Kanal

Anak Tempatan Jadi Penonton, Proyek Pembangunan Tanki Timbun PT. DPA Terancam Di Guncang Aksi Massa

AURA(DUMAI) - Proyek pembangunan empat unit tangki timbun milik PT Dumai Paricipta Abadi (PT DPA) yang dikerjakan oleh PT Duta Raya Sejati menuai sorotan tajam dari masyarakat dan pemuda tempatan. Proyek bernilai besar yang berdiri di wilayah Kota Dumai itu diduga tidak memberikan ruang yang layak bagi tenaga kerja lokal dan pemuda tempatan untuk ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Kekecewaan masyarakat semakin menguat setelah muncul informasi bahwa mayoritas bahkan diduga seluruh pekerja yang berada di lokasi proyek bukan berasal dari Dumai maupun lingkungan tempatan. Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Perwakilan pemuda tempatan Jalan Bahtera TPI Lama, Bung Ales, menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap nasib masyarakat sekitar yang hingga kini masih banyak menganggur dan membutuhkan pekerjaan.

"Jangan sampai kami masyarakat dan pemuda tempatan hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Masih banyak pemuda yang tidak bekerja dan seharusnya mereka diberikan kesempatan untuk ikut bekerja di proyek tersebut," tegas Bung Ales, Selasa (10/06/2026).

Menurutnya, apabila informasi yang beredar benar, maka kondisi tersebut patut diduga bertentangan dengan semangat Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 10 Tahun 2004 yang mengatur prioritas penggunaan tenaga kerja lokal.

"Kalau benar pekerja lokal tidak dilibatkan, ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat. Kami melihat proyek besar berdiri di wilayah kami, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh warga sekitar," ujar Bung Ales.

Bung Ales juga memperingatkan bahwa kesabaran masyarakat memiliki batas. Ia menegaskan bahwa apabila aspirasi masyarakat terus diabaikan, gelombang aksi massa berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

"Kalau seperti ini terus, kami bersama masyarakat dan pemuda akan turun melakukan aksi besar-besaran. Jangan sampai perusahaan menganggap suara masyarakat tempatan tidak penting. Kami ingin hak kami sebagai warga daerah ini dihargai," tegasnya.

Senada dengan itu, sejumlah pemuda tempatan Jalan Bahtera TPI Lama secara kompak menyatakan penolakan terhadap kondisi yang mereka anggap tidak berpihak kepada masyarakat sekitar.

"Kami tidak mau menjadi penonton di wilayah kami sendiri. Kami meminta Pemko Dumai, Disnaker Dumai dan DPRD Dumai segera turun tangan. Dengarkan jeritan masyarakat sebelum persoalan ini berkembang menjadi gejolak yang lebih besar," ujar mereka.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran apabila tidak ada langkah konkret dari pihak terkait untuk menjawab keresahan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Dumai, Afrinaidi, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait persyaratan kerja PT Duta Raya Sejati dalam pekerjaan pembangunan tangki timbun di PT DPA.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor dan perusahaan belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Manager PT Duta Raya Sejati, Legiman, sebelumnya menyampaikan bahwa pihak HRD akan menghubungi wartawan pada keesokan harinya. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada penjelasan lanjutan yang diberikan.

Hal serupa juga terjadi saat konfirmasi dilakukan kepada pihak manajemen PT DPA. Pihak perusahaan sempat menyatakan akan mengarahkan komunikasi kepada bagian humas, dan akan mengirimkan no Humas, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi yang disampaikan.

Minimnya respons dari pihak perusahaan justru semakin menambah tanda tanya publik. Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Pemerintah Daerah dan Instansi terkait untuk memastikan apakah proyek tersebut telah memenuhi ketentuan ketenagakerjaan serta memberikan kesempatan yang adil bagi tenaga kerja lokal sebagaimana yang diharapkan masyarakat Kota Dumai.

 

Ikuti Terus AuraNusantara

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER