Posisi Tidur Nungging pada Bayi: Penyebab dan Manfaatnya

Bayi tidur dengan posisi lutut ditekuk dan bokong terangkat, atau yang dikenal sebagai posisi nungging.
Penulis: Yasir
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:03:31 WIB

AURANUSANTARA.COM — Setiap fase tumbuh kembang bayi selalu menghadirkan tingkah lucu yang bikin orangtua geleng-geleng kepala. Salah satu momen yang paling sering bikin gemas adalah saat si kecil tidur dalam posisi unik: lutut ditekuk ke depan dan bokong terangkat ke atas alias tidur nungging.

Perilaku ini biasanya muncul saat bayi mulai aktif bergerak dan belajar mengontrol tubuhnya. Meski terlihat tidak nyaman, posisi ini justru sering dipilih bayi secara alami.

Alasan Bayi Memilih Posisi Tidur Nungging

Posisi tidur nungging atau yang dikenal dengan istilah frog position ini sebenarnya mirip dengan posisi bayi saat berada di dalam kandungan. Setelah lahir, refleks alami ini masih terbawa, terutama saat bayi merasa nyaman dan aman.

Saat tidur tengkurap dengan bokong terangkat, bayi merasa tubuhnya lebih stabil. Posisi ini juga membantu bayi menenangkan diri sendiri atau self-soothing tanpa perlu digendong.

Kondisi ini juga menandakan otot leher, punggung, dan lengan bayi semakin kuat. Bayi sedang melatih kemampuan motoriknya untuk berguling, merangkak, atau bahkan duduk.

Manfaat dan Risiko yang Perlu Dipantau

Tidur nungging membantu bayi melatih keseimbangan dan kekuatan otot inti tubuhnya. Posisi ini juga bisa meredakan gas di perut yang membuat bayi tidak nyaman, sehingga tidurnya lebih pulas.

Namun, orangtua tetap perlu waspada. Posisi tidur tengkurap meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi, terutama di usia di bawah 6 bulan.

Pastikan bayi tidur di kasur yang rata dan keras, tanpa bantal, boneka, atau selimut tebal di sekitarnya. Area tidur yang bersih dari benda-benda longgar sangat penting untuk menjaga keamanan bayi.

Yang Perlu Orangtua Lakukan

Jika bayi sudah bisa berguling sendiri dan memilih posisi tidur nungging, Mama tidak perlu terlalu khawatir. Biarkan ia tidur dalam posisi yang nyaman baginya, tetapi tetap awasi dari kejauhan.

Sebaliknya, jika bayi belum bisa berguling dan tiba-tiba tidur tengkurap, sebaiknya posisikan kembali ia telentang. Saat bayi terjaga, berikan cukup waktu tummy time untuk memperkuat otot-ototnya.

Perhatikan juga tanda-tanda ketidaknyamanan seperti bayi tampak kesulitan bernapas, wajah memerah, atau rewel terus-menerus. Jika hal ini terjadi, segera ubah posisi tidurnya.

Kapan Perlu Konsultasi dengan Dokter

Umumnya, posisi tidur nungging adalah hal yang normal dan tidak berbahaya. Namun, konsultasikan dengan dokter anak jika posisi ini disertai dengan kebiasaan menggesek-gesekkan wajah ke kasur secara berlebihan atau bayi tampak kesulitan bernapas saat tidur.

Pola tidur yang berubah drastis atau bayi yang tampak sangat lemas setelah bangun juga perlu mendapat perhatian khusus. Dokter akan membantu memastikan tidak ada masalah medis yang mendasarinya.

Melihat bayi tidur nungging memang menggemaskan. Dengan pengawasan yang tepat dan lingkungan tidur yang aman, Mama tidak perlu cemas berlebihan. Yang terpenting, nikmati setiap fase tumbuh kembang si kecil yang penuh kejutan ini.

Reporter: Yasir