Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya, Ini Lokasinya
AURANUSANTARA.COM — Penanaman mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial. Perusahaan menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.
"Penanaman 14.000 pohon mangrove ini bukan sekadar program seremonial penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Deputy Regional Human Capital & Business Support Kantor Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Muhamad Haikal, di Sungai Raya, Sabtu.
Alasan Kawasan Pelangi Kapuas Park Dipilih
Pemilihan Desa Sungai Kupah sebagai lokasi penanaman tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata mangrove yang selama ini tengah dikembangkan bersama warga setempat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi program InJourney Green – Fokus Alam. Program tersebut mendorong perusahaan BUMN untuk menjalankan aksi lingkungan secara berkelanjutan di sekitar wilayah operasional masing-masing.
Selain memulihkan fungsi ekologis pesisir, keberadaan hutan mangrove yang baru ditanam diharapkan mampu memperkuat daya tarik Pelangi Kapuas Park. Kawasan ini ditargetkan menjadi pusat edukasi dan wisata alam yang bisa dinikmati publik.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Pengembangan ekowisata mangrove ini diyakini bakal memberi dampak langsung bagi perekonomian warga. Peningkatan aktivitas wisata akan membuka peluang usaha baru, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian kawasan.
Keberadaan bandara dan operasional perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat bagi kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Program ini berjalan melalui kolaborasi antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Balai Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Gambut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubu Raya, Camat Sungai Kakap, serta Kepala Desa Sungai Kupah.
Komitmen Keberlanjutan Perusahaan
PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dan inklusif. Perusahaan berjanji program ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di kawasan pesisir. Mangrove dikenal sebagai salah satu penyerap karbon paling efektif, sehingga penanaman dalam skala besar seperti ini memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim.