Lando Norris Dirikan Tim Junior LN4 Fusion untuk Mencetak Juara F1 Berikutnya

Lando Norris mengumumkan pendirian tim junior LN4 Fusion di Sirkuit Monza, Italia, untuk mengembangkan pembalap muda menuju ajang Formula 1.
Penulis: Yasir
Kamis, 03 September 2026 | 04:09:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — Inisiatif ini diumumkan di sela-sela pekan balap Formula 1 di Sirkuit Monza, Italia. Proyek ini akan beroperasi penuh pada 2027 dengan menurunkan tim di Kejuaraan F4 Italia, Kejuaraan Regional Eropa FIA (FRECA), dan Kejuaraan Formula 3 FIA. Ambisi jangka panjang Norris adalah membawa timnya mentas di Formula 2 tahun depan, meski proses pendaftaran belum tuntas.

Bukan Sekadar Tim Balap: Ada Skema Legacy untuk Talenta Minim Dana

Struktur proyek ini terbagi dalam dua pilar utama. Pertama, LN4 Fusion yang berfokus pada pengelolaan tim balap kompetitif di kategori junior. Kedua, LN4 Legacy Programme, skema pengembangan pembalap yang sepenuhnya didanai secara independen untuk menjaring bakat-bakat muda yang kurang beruntung secara finansial.

"Saya sangat beruntung memiliki orang-orang hebat di sekitar saya sepanjang karier, dan saya tahu untuk mencapai F1 dibutuhkan lebih dari sekadar bakat. Kamu butuh orang yang tepat, dukungan yang tepat, dan kesempatan di waktu yang tepat," kata Norris.

Alasan Pembalap McLaren Ini Mau Keluar Uang: "Karena Saya Bisa"

Ketika ditanya BBC Sport tentang motivasi membangun proyek ini di tengah padatnya jadwal balapan, jawaban Norris singkat dan lugas: "Kenapa? Karena saya bisa." Ia mengaku ingin berbagi pengalaman dan relasi yang ia kumpulkan selama menapaki karier di motorsport.

"Ini kesempatan luar biasa untuk menggunakan bonus dari apa yang dulu adalah impian saya. Saya bisa membantu orang lain meraih mimpi mereka. Itu sesuatu yang hampir sama membuat saya bergairah seperti saat saya mewujudkan mimpi saya sendiri," ujar pembalap Inggris tersebut kepada BBC Sport dalam wawancara eksklusif.

Norris menambahkan bahwa ia merasa beruntung tumbuh dengan memiliki peluang besar di masa muda. Kini, ia ingin menularkan kesempatan serupa melalui proyek ini. "Ada banyak hal yang lahir dari memberi. Ini kombinasi sempurna. Saya mengatur waktunya sehingga saat saya pensiun, mereka sudah cukup umur dan bisa mengambil kursi saya!"

Kursi Pimpinan Diisi Tokoh Penting Lintas Tim Junior

Meski berstatus pemilik dan pengarah utama, Norris mengakui tetap fokus pada tugasnya di F1 bersama McLaren. Operasional tim akan dipercayakan kepada deretan tokoh berpengalaman, salah satunya Rene Rosin, mantan bos Prema yang menjadi tulang punggung tim junior paling sukses dalam dua dekade terakhir.

Markas utama proyek ini berlokasi di Veneto, Italia. Sayap Inggris yang berbasis di Cambridgeshire akan dipimpin Dan Hazlewood dengan program di ajang British F4. Sementara itu, program pengembangan pembalap dipercayakan kepada Julian Rouse yang sebelumnya menakhodai skema serupa di tim Alpine F1. Lando Norris juga menggandeng kelompok investasi milik pengusaha teknologi Dan Richards sebagai rekan kepemilikan.

Warisan di Luar Trek

Richards menyebut kolaborasi ini bukan sekadar akuisisi tim balap. "Kami menyatukan kombinasi langka dan kepemimpinan olahraga yang tepat di industri ini: tim yang mapan, dan pemilik yang merupakan juara dunia F1," ujarnya. Dengan usia Norris yang baru 24 tahun dan masih berada di puncak performa, proyek ini juga dipandang sebagai bentuk warisan yang ingin ia tinggalkan di dunia balap—jauh sebelum karier di lintasannya berakhir.

Reporter: Yasir