Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 2 September 2026, Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter

Papan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina menunjukkan kenaikan harga per 2 September 2026.
Penulis: Saiful
Minggu, 13 September 2026 | 06:42:31 WIB

AURANUSANTARA.COMParagraf pembuka: Penyesuaian harga berlaku di SPBU Pertamina sejak awal bulan ini dan tercatat di laman resmi perusahaan. Wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, menjadi acuan harga yang dipublikasikan. Pertamina belum merinci alasan penyesuaian, namun pergerakan harga minyak dunia kerap jadi pemicu utama.

Rincian Harga Baru per Liter

Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Kenaikan lebih tajam terjadi pada Pertamax Green 95 yang melesat dari Rp16.600 ke Rp19.150 per liter, selisih Rp2.550.

Di segmen diesel, Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700. Pertamina Dex menempati posisi termahal dengan harga Rp25.200 per liter, naik dari Rp21.150.

Satu produk nonsubsidi yang tidak ikut naik adalah Pertamax. Harga jualnya diumumkan tetap pada level sebelumnya.

Pertalite dan Biosolar Tak Berubah

Di sisi BBM subsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter. Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Pertamina yang memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026.

Artinya, beban kenaikan hanya dirasakan pengguna kendaraan yang memilih BBM nonsubsidi, terutama pemilik mobil pribadi dan kendaraan bermesin diesel modern. Pengguna Pertalite dan Biosolar, yang umumnya kendaraan roda dua serta angkutan umum, tidak terdampak langsung.

Dipicu Harga Minyak Dunia

Penyesuaian ini muncul di tengah tekanan harga minyak mentah global yang menembus 108 dolar AS per barel. Pergerakan itu memunculkan pertanyaan di pasar apakah harga Pertalite juga akan ikut naik, meski Pertamina telah menyatakan sebaliknya.

Bagi Pertamina, selisih harga jual nonsubsidi terhadap biaya perolehan menjadi bantalan agar tidak membebani keuangan perseroan. Produk seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mendapat kompensasi dari anggaran subsidi maupun PSO, sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar.

Penutup: Bagi konsumen yang hendak bepergian, pengecekan harga di SPBU terdekat tetap penting karena tarif bisa berbeda antarwilayah mengikuti besaran PBBKB setempat. Kenaikan kali ini menegaskan pola yang sama seperti penyesuaian sebelumnya: produk nonsubsidi bergerak mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dan Biosolar ditahan demi menjaga daya beli masyarakat.

Reporter: Saiful