Harga Emas Rekor, Permintaan Perhiasan Global Diprediksi Terendah Sejak Pandemi
AURANUSANTARA.COM — Peringatan itu muncul di tengah narasi pasar yang didominasi sisi investasi. Selama ini, lonjakan harga emas lebih banyak dibaca sebagai sinyal positif bagi investor yang mencari aset lindung nilai. Namun sisi konsumsi riil — perhiasan — justru bergerak berlawanan.
Permintaan Investasi Jadi Pilar Utama, Perhiasan Terpinggirkan
Metals Focus menyoroti pergeseran komposisi permintaan emas global. Permintaan investasi menjadi pilar utama yang menopang harga, sementara permintaan perhiasan terus menurun.
Artinya, struktur pasar emas saat ini tidak lagi ditopang oleh konsumsi fisik rumah tangga seperti perhiasan, melainkan oleh aliran dana investasi yang mengejar aset safe haven. Ketika harga naik terlalu tinggi dan terlalu cepat, konsumen perhiasan — terutama di pasar-pasar tradisional seperti Asia — cenderung menahan pembelian.
Mengapa Harga Tinggi Justru Menekan Konsumsi
Hubungan antara harga emas dan permintaan perhiasan bersifat berlawanan arah. Semakin tinggi harga, semakin berat bagi konsumen untuk membeli, terutama untuk perhiasan dengan kandungan emas murni tinggi.
Kondisi ini diperparah oleh daya beli yang tidak tumbuh secepat kenaikan harga emas. Konsumen akhirnya memilih menunda pembelian atau beralih ke alternatif yang lebih murah. Bagi pelaku industri perhiasan, tekanan ini berarti volume penjualan turun meski nilai transaksi per gram naik.
Yang Perlu Dicermati Investor
Bagi investor, laporan Metals Focus ini menjadi pengingat bahwa reli harga emas tidak tanpa biaya. Ada risiko bahwa pasar kehilangan salah satu penopang permintaan jangka panjangnya jika harga bertahan di level tinggi terlalu lama.
Selama ini, permintaan perhiasan berfungsi sebagai lantai (floor) permintaan emas yang relatif stabil. Ketika pilar itu melemah, harga emas menjadi lebih bergantung pada sentimen investasi yang sifatnya lebih volatil dan bisa berbalik cepat.
Investasi mengandung risiko.