Bahlil Klaim Antrean BBM di Sulsel Beres, Temukan Tangki Modifikasi 1 Ton
AURANUSANTARA.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan sudah terurai setelah sebelumnya mengular hingga beberapa kilometer. Temuan kepolisian mengungkap sejumlah oknum sengaja memperbesar kapasitas tangki bahan bakar agar bisa menampung BBM bersubsidi jauh melebihi batas wajar, dengan ukuran mencapai 700 liter hingga 1 ton.
Bahlil menyampaikan hal itu usai melaporkan kondisi terkini penyaluran bahan bakar minyak kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9). Menurutnya, pemerintah bergerak cepat menertibkan praktik yang dinilai mengganggu distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
"Yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," ujar Bahlil.
Pergantian Jenis BBM dan Modus Tangki yang Diperbesar
Bahlil mengakui antrean panjang di SPBU muncul sebagai buntut pergantian penggunaan BBM dari nonsubsidi menjadi subsidi. Namun ia menegaskan ada faktor lain yang memperparah situasi, yakni ulah oknum dengan maksud tertentu.
"Harus diakui berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja, eh, membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan ada pihak yang secara sengaja memperbesar kapasitas tangki bahan bakar kendaraannya agar bisa menampung BBM subsidi melebihi batas wajar. Hal itu diduga menjadi salah satu penyebab antrean mengular di SPBU di Sulawesi Selatan.
"Ya diangisi, tapi tangkinya diperbesar. Contohnya tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50 persen, X plus 75 persen," ujar Bahlil ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Arahan Presiden dan Koordinasi dengan Pertamina
Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, memberikan arahan untuk segera menertibkan praktik tersebut. Pemerintah menilai penertiban penting agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak dinikmati pihak yang tidak berhak.
Bahlil menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina ihwal implementasi aturan di lapangan. Koordinasi itu mencakup pengawasan distribusi hingga memastikan tidak ada lagi penumpukan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Dampak bagi Konsumen dan Pengawasan Distribusi
Praktik memperbesar tangki kendaraan berpotensi merugikan konsumen umum yang mengandalkan BBM bersubsidi. Pasalnya, volume bahan bakar yang seharusnya tersedia di SPBU bisa tersedot oleh kendaraan dengan tangki modifikasi berkapasitas tidak wajar.
Bagi pelaku usaha di sektor transportasi dan logistik, kelancaran distribusi BBM di Sulawesi Selatan menjadi krusial karena wilayah itu menjadi salah satu simpul pergerakan barang di kawasan timur Indonesia. Antrean panjang sebelumnya dikhawatirkan mengganggu jadwal operasional armada.
Pemerintah belum merinci bentuk sanksi yang akan dikenakan kepada oknum pemilik kendaraan dengan tangki modifikasi. Namun Bahlil memastikan penertiban di lapangan akan terus berjalan seiring pengawasan yang dilakukan aparat kepolisian dan Pertamina.