Mentan Bantah Beras Kosong, Bulog Diminta Tambah 300.000 Ton Premium
AURANUSANTARA.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan menepis laporan kekosongan di toko ritel modern. Ia meminta Perum Bulog menambah pasokan beras premium 300.000 ton untuk mengisi rak ritel yang beberapa bulan terakhir kosong. Pernyataan ini muncul di tengah keluhan masyarakat yang kesulitan menemukan beras premium di gerai modern.
Amran menyampaikan hal itu di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026). Menurutnya, masyarakat masih bisa membeli beras dengan harga murah di pasar tradisional. Soal kekosongan di ritel modern, ia mengaitkannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki.
Stok Beras di Pasar Tradisional Masih Melimpah
Amran menegaskan cadangan beras pemerintah (CBP) berada di posisi hampir 5 juta ton. Ia menyebut angka itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka pendek.
"Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 hari. Kita sewa gudang, 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia," jelasnya.
Ia juga menyinggung soal harga di pasar tradisional yang menurutnya lebih murah dibanding ritel modern. Amran mempersilakan masyarakat menilai sendiri kondisi harga di lapangan.
Bulog Diperintahkan Tambah Pasokan Premium
Untuk mengatasi kekosongan beras premium di ritel modern, Amran telah memerintahkan Perum Bulog menambah stok 300.000 ton. Ia menyebut jumlah itu bisa dinaikkan hingga tiga kali lipat bila diperlukan.
"Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," terang Amran.
Sebelumnya, Perum Bulog dilaporkan telah menyalurkan beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan beras di ritel modern beberapa bulan terakhir.
Rak Ritel Modern Kosong, Hanya Tersisa SPHP
Pantauan di lapangan menunjukkan stok beras premium di sejumlah gerai modern memang menipis. Di Alfamidi Pondok Ranji, Tangerang Selatan, stok beras premium kosong dan hanya tersisa satu unit beras SPHP ukuran 5 kg.
Kondisi serupa terlihat di Indomaret Jalan Raya Jombang. Rak beras hanya menyediakan SPHP Bulog, sementara jenis premium yang tersedia hanya Punokawan ukuran 10 kg milik Bulog.
Amran menyebut kekosongan ini berkaitan dengan isu beras fortifikasi yang tengah diselidiki. Ia menduga ada pihak yang menaikkan harga saat stok menipis, dan menyebut adanya mafia pangan yang harus dibenahi.
Penutup: Permintaan tambahan pasokan ke Bulog menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan di pasar tradisional dan ritel modern. Jika penyaluran 300.000 ton berjalan lancar, rak-rak ritel diharapkan kembali terisi dalam waktu dekat.