Insiders Borong Saham Rp 127,58 Miliar, ASII hingga BRMS Jadi Incaran
AURANUSANTARA.COM — Jajaran direksi dan komisaris sejumlah emiten tercatat memborong saham perusahaan sendiri dengan nilai total Rp 127,58 miliar sepanjang September 2026. Aksi belanja orang dalam itu tersebar di sedikitnya tujuh emiten, dengan BUKA menyumbang porsi terbesar melalui pembelian 635 juta saham senilai Rp 78,74 miliar.
Laporan kepemilikan saham yang dihimpun Bursa Efek Indonesia menunjukkan gelombang insider buying kembali menghiasi perdagangan September 2026. Komisaris PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Adi Wardhana Sariaatmadja menjadi pembeli paling agresif dengan merogoh kocek Rp 78,74 miliar untuk memborong 635 juta saham BUKA di harga Rp 124 per lembar.
Selain BUKA, aksi akumulasi serupa dilakukan petinggi emiten lain seperti ASII, BRMS, hingga SRTG. Pola pembelian yang terkonsentrasi di awal bulan mengindikasikan para insider memanfaatkan level harga yang dianggap belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
BUKA Pimpin Nilai Pembelian Insider
Transaksi Adi Wardhana Sariaatmadja menonjol karena volumenya mencapai 635 juta lembar, setara 61,7% dari total nilai belanja insider di periode yang sama. Pada harga Rp 124 per saham, nilai transaksi tersebut menempatkan BUKA sebagai kontributor terbesar dari total Rp 127,58 miliar.
Pembelian dalam jumlah besar oleh komisaris biasanya dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka menengah, terutama ketika harga saham tengah tertekan. Aksi ini juga kerap menjadi pertimbangan investor ritel yang menunggu konfirmasi dari kalangan internal.
ASII, BRMS, dan SRTG Ikut Akumulasi
Selain BUKA, sejumlah emiten berkapitalisasi besar turut mencatatkan pembelian oleh orang dalam. ASII, BRMS, dan SRTG termasuk dalam daftar emiten yang jajarannya aktif menambah kepemilikan saham sepanjang bulan ini.
Akumulasi di emiten-emiten tersebut melengkapi gambaran bahwa insider buying tidak terbatas pada satu sektor saja. Diversifikasi pembelian ini memberi indikasi bahwa keyakinan terhadap prospek bisnis tersebar di beberapa lini industri, bukan hanya di satu kelompok usaha tertentu.
Arti Sinyal Insider Buying bagi Investor
Pasar umumnya memandang insider buying sebagai salah satu indikator paling jujur karena pelakunya memiliki akses langsung terhadap informasi internal perusahaan. Ketika direksi dan komisaris mengeluarkan dana pribadi untuk membeli, sinyalnya dianggap lebih kuat dibandingkan sekadar pernyataan optimistis di forum publik.
Meski demikian, aksi ini tidak selalu berkorelasi langsung dengan kenaikan harga saham dalam jangka pendek. Investor tetap perlu mencermati fundamental emiten, tren laba, serta sentimen makro yang bisa menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.
Tujuh emiten yang mencatatkan insider buying sepanjang September 2026 menunjukkan pola akumulasi yang cukup merata. Nilai total Rp 127,58 miliar menempatkan periode ini sebagai salah satu bulan dengan aktivitas pembelian orang dalam yang relatif tinggi di lantai bursa.