IHSG Melemah 3,09% Sepekan, Analis Rekomendasikan MDKA hingga HMSP

Papan digital memperlihatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Penulis: Yasir
Senin, 28 September 2026 | 06:42:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,09 persen sepanjang pekan lalu dan ditutup di level 6.241 pada Jumat (25/9). Kapitalisasi pasar bursa turun 3,20 persen dari Rp11.266 triliun menjadi Rp10.905 triliun. Di tengah tekanan jual asing yang mencapai Rp3,5 triliun sepekan, sejumlah analis masih merekomendasikan saham pilihan untuk pekan terakhir September.

Tekanan jual investor asing menjadi pemicu utama koreksi indeks. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita menyatakan investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp559,16 miliar pada Jumat (25/9). Sepanjang tahun 2026, akumulasi jual bersih asing sudah menembus Rp77,52 triliun.

Selama periode 21-25 September 2026, perdagangan saham ditutup beragam. Rata-rata nilai transaksi harian turun 21,32 persen dari Rp15,22 triliun menjadi Rp11,98 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 3,95 persen dari 1,89 juta kali menjadi 1,82 juta kali transaksi.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian justru naik 2,04 persen dari 28,61 miliar menjadi 29,2 miliar lembar saham. Investor melakukan transaksi senilai Rp9,57 triliun dengan jumlah saham diperdagangkan sebanyak 33,27 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Tekanan UST dan Kebijakan Floor Price Rp1 Jadi Sentimen Utama

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan awal pekan. Ia memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.160 dan resistance 6.360.

Kenaikan imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun ke level 5,17 persen dinilai bakal memperbesar tekanan terhadap pasar saham domestik. Dari dalam negeri, berlakunya kebijakan floor price menjadi Rp1 berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga Rp50 dengan kapitalisasi pasar besar seperti GOTO, BBKP, dan KPIG.

"Tekanan jual asing berpotensi berlanjut seiring dengan UST yang terus meningkat dan saat ini berada di level 5,17 persen untuk tenor 10 tahun. Sepekan lalu, asing mencatatkan net sell mencapai Rp3,5 triliun di seluruh perdagangan," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/9).

Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan tiga saham yang bisa dikoleksi pada pekan ini:

  • MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk) ditutup menguat 0,33 persen ke posisi 3.070 pekan lalu, diproyeksi menyentuh level 3.400.
  • BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) ditutup menguat 0,40 persen ke posisi 6.250, diproyeksi menyentuh level 6.650.
  • PSAB (PT J Resources Asia Pasifik Tbk) ditutup di posisi 535, diproyeksi menyentuh level 600.

MNC Sekuritas: IHSG Masih Rawan Koreksi Lanjutan

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan level support 6.029 dan resistance 6.551. Pasar akan mencermati rilis data tenaga kerja dan personal income Amerika Serikat (AS).

"Sentimen yang akan dicermati antara lain rilis data tenaga kerja dan personal income AS. Apabila kedua hal tersebut menguat, maka masih ada potensi hawkish ke depannya," kata Herditya.

Selain data AS, pelaku pasar juga akan memperhatikan pergerakan imbal hasil UST dan korelasinya terhadap nilai tukar rupiah. Penerapan kebijakan batas minimum harga saham Rp1 oleh BEI turut menjadi perhatian karena membuka ruang pergerakan harga bagi emiten yang saat ini berada di level Rp50.

Tiga Saham Pilihan MNC Sekuritas

Herditya merekomendasikan tiga saham untuk dicermati investor pada pekan ini:

  • COIN (PT Indokripto Koin Semesta Tbk) ditutup di level 810 pekan lalu, diproyeksi menyentuh level 965.
  • INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk) ditutup di level 6.750, diproyeksi menyentuh level 7.225.
  • HMSP (PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk) ditutup di level 635, diproyeksi menyentuh level 700.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Yasir