Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha, Entitas Susut dari 41 Jadi 24

PT Pelindo (Persero) menargetkan penyusutan jumlah entitas dari 41 menjadi 24 perusahaan dalam program streamlining 2026.
Penulis: Saiful
Rabu, 30 September 2026 | 06:22:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — PT Pelindo (Persero) menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 menjadi 24 perusahaan dalam program streamlining 2026. Dari 17 entitas yang masuk penataan, 11 telah merampungkan aksi korporasi dan enam sisanya ditargetkan tuntas hingga 31 Desember 2026. Langkah ini didorong Badan Pengelola BUMN sebagai bagian dari penguatan model bisnis grup pelabuhan pelat merah tersebut.

Badan Pengelola BUMN meminta Pelindo menata struktur korporasinya melalui program streamlining. Tujuannya memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam Pelindo Group. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan transformasi ini berjalan bertahap.

"Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar," ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN, Rabu (30/9/2026).

11 Entitas Sudah Rampung, Enam Dikejar Hingga Akhir 2026

Dari 17 entitas yang masuk program penataan, 11 di antaranya telah menyelesaikan aksi korporasi. Enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026. Penataan dijalankan lewat sejumlah skema:

  • Merger
  • Konsolidasi
  • Divestasi
  • Likuidasi

Skema yang dipilih disesuaikan dengan peran dan prospek masing-masing entitas. Entitas yang dinilai tidak lagi sejalan dengan bisnis inti pelabuhan masuk daftar divestasi atau likuidasi. Sementara entitas yang punya sinergi operasional digabung lewat merger dan konsolidasi.

Dari Strategic Holding ke Active Management

Pelindo juga mengubah model parenting dari strategic holding menjadi active management. Lewat model baru ini, holding akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama. Pembagian peran antara holding, regional, service line, dan entitas usaha dibuat lebih jelas.

Perubahan model ini menyentuh cara Pelindo mengelola anak usaha. Jika sebelumnya holding lebih banyak menetapkan arah strategis, kini keterlibatan di level operasional diperbesar. Tujuannya memastikan setiap lini bisnis bergerak dengan target yang terukur.

Konsolidasi di Bawah Danantara Jadi Kunci

Dony menilai transformasi ini lebih mudah dijalankan setelah konsolidasi di bawah Danantara. Menurutnya, struktur yang terintegrasi membuka opsi yang sebelumnya sulit direalisasikan.

"Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan," tuturnya.

Penataan diharapkan tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas. Proses lanjutan mencakup pembentukan struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana dan efektif. Kinerja grup secara keseluruhan menjadi tolok ukur akhir dari rangkaian transformasi ini.

Apa Artinya bagi Kinerja Grup

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada layanan Pelindo, penyederhanaan entitas berpotensi memangkas jalur birokrasi. Jumlah entitas yang lebih sedikit membuat pengambilan keputusan dan koordinasi layanan kepelabuhanan lebih ringkas.

Dari sisi keuangan grup, pengurangan entitas biasanya diikuti efisiensi biaya overhead. Entitas yang tumpang tindih fungsi selama ini menambah beban administrasi dan menyulitkan pengukuran kinerja per lini usaha.

Yang perlu dicermati, target penyelesaian enam entitas sisa hingga 31 Desember 2026 menuntut eksekusi cepat. Setiap skema punya konsekuensi berbeda, mulai dari proses hukum merger hingga penyelesaian kewajiban pada entitas yang dilikuidasi.

Reporter: Saiful