17 Provinsi Tumbuh di Atas Nasional 5,45 Persen pada Semester I 2026

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional 5,45 persen pada Semester I 2026 dalam acara Mata Lokal Fest 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Penulis: Saiful
Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:22:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — Sebanyak 17 dari 38 provinsi mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional 5,45 persen sepanjang Semester I 2026. Maluku Utara memimpin dengan pertumbuhan 17,43 persen, disusul Nusa Tenggara Barat 10,42 persen dan Kepulauan Riau 7,02 persen. Sebaran provinsi berkinerja tinggi ini tidak lagi terpusat di Jawa, melainkan merata hingga Sulawesi dan Kalimantan.

Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada dasarnya merupakan akumulasi dari kinerja ekonomi di tingkat daerah. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Mata Lokal Fest 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

"Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen secara nasional ini, kontributornya adalah provinsi-provinsi di Indonesia. Saat ini ada 17 provinsi di Indonesia dari 38 provinsi yang ekonominya sudah tumbuh di atas ekonomi nasional," ujar Amalia.

Daftar 17 Provinsi dengan Pertumbuhan di Atas Nasional

Berdasarkan data BPS, provinsi-provinsi yang melampaui rata-rata nasional tersebar dari kawasan timur hingga barat Indonesia. Kelompok tertinggi diisi daerah dengan basis industri manufaktur dan hilirisasi yang kuat.

  • Maluku Utara: 17,43 persen
  • Nusa Tenggara Barat: 10,42 persen
  • Kepulauan Riau: 7,02 persen
  • Gorontalo: 6,94 persen
  • Sulawesi Tengah: 6,84 persen
  • Sulawesi Selatan: 6,22 persen
  • Sulawesi Tenggara: 6,21 persen
  • Kalimantan Barat: 5,87 persen
  • Jawa Timur: 5,84 persen
  • Jawa Tengah: 5,80 persen
  • DI Yogyakarta: 5,80 persen
  • Jawa Barat: 5,76 persen
  • Bali: 5,68 persen
  • Banten: 5,57 persen
  • DKI Jakarta: 5,55 persen
  • Sulawesi Utara: 5,48 persen
  • Kalimantan Selatan: 5,47 persen

Hilirisasi dan Industri Manufaktur Jadi Motor Utama

Amalia mencontohkan Maluku Utara yang pertumbuhannya menembus double digit. Provinsi itu didorong penguatan basis industri manufaktur dan program hilirisasi. Menurutnya, penggerakan industri manufaktur terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Apa yang menyebabkan ekonomi di beberapa provinsi di Indonesia ini bisa tumbuh tinggi? Antara lain karenanya adalah industri. Ternyata, begitu ada hilirisasi, dalam hal ini adalah menggerakkan industri manufaktur, itu ternyata mampu bisa mendorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," terangnya.

Kabupaten/Kota Tumbuh di Atas 6 Persen Didominasi Pulau Jawa

Pada tingkat kabupaten/kota, BPS mencatat sebaran daerah yang tumbuh di atas 6 persen didominasi Pulau Jawa sebanyak 39 kabupaten/kota. Sulawesi menyusul dengan 29 kabupaten/kota dan Sumatra sebanyak 9 kabupaten/kota.

Amalia membeberkan kunci utama puluhan kabupaten/kota tersebut bisa tumbuh pesat tak selalu bergantung pada sektor pertambangan. Sentuhan teknologi, inovasi, serta peningkatan nilai tambah komoditas lokal menjadi faktor penentu.

Kabupaten Ngawi di Jawa Timur tumbuh 8,14 persen berkat inovasi pertanian ramah lingkungan berkelanjutan pada 35 ribu hektar lahan. Petani muda di daerah itu menerapkan smart farming dan penggunaan drone. Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan menembus pertumbuhan 6,85 persen melalui optimalisasi industri olahan beras porang hingga modernisasi peternakan ayam bertelur berteknologi tinggi.

"Intinya adalah kalau daerah itu mau tumbuh tinggi tidak perlu harus berbasis tambang. Bisa kalau dia punya sumber daya alam lainnya asal dinaikkan produktivitasnya, kemudian digerakkan agar bisa menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi untuk ekonomi di daerah tersebut," tegas Amalia.

Reporter: Saiful