PLN Siapkan Diskon Tambah Daya dan Tarif Khusus untuk Konversi Kompor Listrik

PLN menyiapkan diskon tambah daya dan potongan tarif untuk mendorong peralihan kompor LPG ke kompor listrik.
Penulis: Saiful
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:02:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — PT PLN (Persero) menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong peralihan kompor LPG ke kompor listrik, mulai dari diskon biaya tambah daya hingga potongan tarif pada jam tertentu. Program kolaborasi bertajuk E-Stove ini rencananya diluncurkan akhir Oktober mendatang dengan melibatkan pabrikan kompor listrik dan pengembang perumahan. Langkah ini menyusul alokasi anggaran Rp815,56 miliar dalam Rancangan APBN 2027 untuk program konversi kompor listrik rumah tangga.

Executive Vice President Retail Sales and Customer Services PLN, Joni, mengatakan pemberian insentif untuk peralihan ke kompor listrik banyak belajar dari pengalaman insentif kendaraan listrik di awal-awal eranya. Menurut dia, pendekatan bertahap lewat insentif terbukti lebih efektif menarik masyarakat beralih ke teknologi baru dibanding sekadar imbauan.

Skema Diskon untuk Pengembang Perumahan dan Konsumen

Dalam program E-Stove, PLN menggandeng pabrikan kompor listrik dan pengembang perumahan. Bagi developer yang menyiapkan daya listrik siap pakai untuk kompor listrik, PLN memberikan potongan biaya penyambungan khusus.

"Kami membuat program juga bagi developer perumahan yang istilahnya menyiapkan (daya listrik) yang ready untuk kompor listrik, maka biaya penyambungan itu kami kasih discount khusus untuk perumahan itu," kata Joni dalam diskusi 'Electrification of Cooking to Power Indonesia's Next Growth', Jumat (9/10).

Selain diskon penyambungan, PLN membuka opsi shifting beban lewat potongan tarif pada jam-jam tertentu. Joni menyebut diskon tarif akan diberikan saat utilisasi listrik sedang rendah, sehingga tarif kompor listrik bisa lebih menarik bagi rumah tangga.

"Kami juga bisa memberikan discount di waktu tertentu untuk tarifnya. Jadi ini akan lebih menarik, oh jam-jam tertentu saat utilisasi listriknya kurang, kami bisa kasih discount," ucap dia.

Tiga Segmen Calon Pengguna Kompor Listrik

PLN memetakan calon pengguna kompor listrik ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi target utama subsidi, termasuk bantuan alat masak dan kompor listrik dari pemerintah.

Kelompok kedua adalah masyarakat menengah yang masih mempertimbangkan biaya peralihan. Kelompok ketiga adalah masyarakat menengah ke atas yang menurut Joni tidak terlalu mempermasalahkan biaya switching cost dan paling berpotensi beralih lebih cepat ke kompor listrik.

Bagi rumah tangga yang terkendala tambah daya, E-Stove menyediakan solusi berupa potongan biaya. Joni menyebut diskon tambah daya berlaku bagi pelanggan dengan daya listrik rumah 2.200 VA ke atas yang beralih menggunakan kompor induksi atau kompor listrik.

"Masyarakat yang tadinya katakanlah (daya listrik rumahnya) 2.200 VA ke atas ini beralih menggunakan kompor induksi atau kompor listrik, kami berikan discount tambah daya," ucapnya.

Anggaran Rp815,56 Miliar di RAPBN 2027

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan pihaknya menyiapkan kompor listrik di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk rumah tangga. Program ini bertujuan mendorong konversi kompor LPG ke kompor listrik secara lebih luas.

Anggaran sebesar Rp815,56 miliar telah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 untuk membiayai program tersebut. Elektrifikasi peralatan masak ini diarahkan untuk mengurangi subsidi energi yang kian membengkak, ditambah kondisi global yang mempengaruhi pasokan minyak dan gas.

Penutup: Bagi PLN, konversi kompor listrik berpotensi menambah beban dasar listrik rumah tangga sekaligus memanfaatkan kapasitas pembangkit yang menganggur pada jam tertentu. Namun keberhasilan program ini akan bergantung pada seberapa besar diskon yang diberikan mampu menutup selisih biaya peralihan bagi rumah tangga menengah.

Reporter: Saiful