Laba Bank Mandiri Tembus Rp 45,5 Triliun di Kuartal III 2026, Naik 20,7%

Kinerja keuangan Bank Mandiri pada kuartal III 2026 tumbuh didorong ekspansi kredit dan transaksi digital.
Penulis: Ragil
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:22:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp 45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7% secara tahunan. Lonjakan itu ditopang ekspansi kredit berbasis ekosistem, kenaikan transaksi digital, dan perbaikan produktivitas bisnis. Kredit bank only tercatat Rp 1.605,8 triliun per September 2026 atau naik 16% YoY.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan capaian tersebut ditopang intermediasi yang tetap kuat. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.750,2 triliun, tumbuh 17,7% YoY. Total aset perseroan hingga akhir kuartal III-2026 tercatat Rp 2.404,1 triliun, meningkat 20,1% YoY.

Novita menegaskan pertumbuhan bisnis perseroan telah menjangkau berbagai sektor ekonomi nasional. Cakupannya mulai dari pemerintah dan BUMN, sektor usaha penopang ekonomi, hingga UMKM dan masyarakat. Dukungan itu diwujudkan lewat pembiayaan pembangunan, layanan publik, dan penyaluran kredit usaha mikro non-subsidi yang telah menjangkau 37 provinsi.

Kredit Korporasi Tumbuh 22%, Segmen Mikro Ikut Menguat

Perluasan jangkauan pembiayaan dijalankan dengan menghubungkan kebutuhan perusahaan dengan pelaku usaha dan individu dalam ekosistem bisnisnya. Lewat pendekatan itu, kredit korporasi mencapai Rp 700 triliun per September 2026, tumbuh 22% YoY.

Kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen SME, mikro, dan konsumer mencapai Rp 174 triliun, naik 9% YoY. Pada usaha mikro, kredit non-subsidi Bank Mandiri tercatat Rp 31,2 triliun atau tumbuh 12,9% YoY.

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menjelaskan layanan yang saling terhubung memudahkan nasabah memenuhi kebutuhan transaksi dan pembiayaan. Menurutnya, pendekatan itu membuka akses bagi usaha untuk berkembang dan memperluas kegiatan ekonomi di daerah.

"Kami menghubungkan layanan bagi perusahaan, pelaku UMKM, dan nasabah individu agar kebutuhan transaksi serta pembiayaan mereka dapat terlayani dengan lebih baik. Dengan dukungan operasional yang andal, pendekatan ini membuka akses bagi usaha untuk berkembang dan memperluas kegiatan ekonomi di daerah," ujar Timothy.

Secara bank only, pertumbuhan kredit di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 10,3% YoY. Jawa dan DIY tumbuh 5,97%, sedangkan Sumatera 5,09% per September 2026.

Dividen Rp 50,6 Triliun Dibagikan Sepanjang 2026

Kinerja kuat itu menopang komitmen perseroan memberi nilai tambah bagi pemegang saham. Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen Rp 50,6 triliun. Jumlah itu termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun.

Pembagian dividen mencerminkan upaya manajemen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbal hasil berkelanjutan bagi investor. Perseroan juga mengembangkan bisnis bullion dengan dukungan penghimpunan dana, pengelolaan risiko, dan kualitas aset yang terjaga.

Penghargaan Internasional dan Fokus Layanan Nasabah

Sepanjang 2026, Bank Mandiri meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya predikat Grand Champion dan Financial Services Champion dalam Danantara Indonesia CX100 Awards 2026. Perseroan juga mendapat gelar Asia's Best SME Banking Ecosystem pada Euromoney Awards for Excellence 2026 serta Best Sustainable Bank pada FinanceAsia Awards 2026.

Novita menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah yang menjadi bagian penting dari pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan nasabah, meningkatkan kualitas layanan, dan mengembangkan inovasi. Kami berharap Bank Mandiri dapat terus memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus membawa layanan perbankan Indonesia semakin dikenal di tingkat global," pungkas Novita dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Reporter: Ragil