Cepet Cek Nomor KTP Anda Apa Termasuk Penerima Bantuan PKH, BNPT dan BST Sudah Bisa Dicairkan

Ahad, 18 April 2021

Cek nomor KTP dari HP apakah termasuk penerima bantuan pemerintah (Tribunnews.com)

AURANUSANTARA - Bantuan pemerintah atau BLT masih terus di salurkan sampai April 2021 ini.

Cepet cek nomor KTP anda apa termasuk penerima bantuan PKH, BNPT dan BST cukup dilakukan dari HP mudah kok.

Tidak perlu buru-buru ke bank atau Kantor Pos, lakukan pengecekan lebih dulu online dari handphone.

Beberapa bantuan pemerintah cair di bulan April ini mungkin saja anda termasuk salah satu sebagai penerimanya.

Bantuan pemerintah atau BLT ini untuk menaikkan taraf hidup masyarakat sehingga ekonomi bangsa ikut naik.       

Pastinya banyak juga yang menanti kapan bantuan Sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) bulan April 2021 bakal cair?

Bansos PKH bulan April 2021 ini diberikan pada masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), bantuan ini diharapkan bisa membantu masyarakat dari segi ekonomi.

Selain itu, bantuan PLH, BNPT dan BST diharapkan mampu mengembalikan stabilitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Bagi Anda yang sudah mendaftarkan diri jadi penerima PKH, BNPT atau BST bisa langsung cek untuk bisa cairkan bantuan.

Begini cara cek nama penerima bansos PKH, BNPT dan BST bulan April 2021 cuma pakai NIK KTP sendiri.

Pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial (bansos) pada tahun ini guna meringankan beban masyarakat akibat dari dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Asyik 3 Bantuan PKH, BNPT dan BST Cair Bulan April 2021, Buruan Cek di Link Ini

Sepanjang periode Maret-April 2021 ini, pemerintah bakal menyalurkan bansos dengan total 17.496.185 keluarga penerima manfaat (KPM).

Sebagian besar telah disalurkan secara bertahap sejak akhir Maret.

Adapun angka tersebut khusus untuk bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), belum termasuk penyaluran untuk bantuan sosial tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Rinciannya, penyaluran pada 22 Maret sebanyak 4.502.451 KPM dan 25 Maret sebanyak 5.993.734 KPM.

Proses penyaluran bantuan tahap selanjutnya dilakukan pada 29 Maret sebanyak 4 juta KPM dan 30 Maret sebanyak 3 juta KPM.

"Total akumulasi penyaluran akan mencapai 17.496.185 KPM termasuk pembayaran April yang dipercepat," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama, dikutip dari laman setkab.go.id.

Anda dapat mengecek untuk mengetahui apakah Anda masuk sebagai penerima atau tidak dengan cara membuka laman dtks.kemensos.go.id.

Berikut cara cek data penerima Bansos melalui dtks.kemensos.go.id:

yang dipilih

4. Masukkan 4 huruf kode yang tertera dalam kotak kode

5. Klik kotak kode untuk mendapatkan kode baru

"Sistem akan mencocokan ID dan Nama yang diinput dan membandingkan antara nama yang diinput dengan nama yang ada dalam database kami," demikian bunyi penjelasan dalam laman dtks.kemensos.go.id, dikutip pada Kamis (31/3/2021).

Ada tiga Program Bantuan Tunai yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Januari lalu, yaitu BPNT dengan target 18,8 juta KPM, PKH dengan 10 juta KPM, serta BST dengan target 10 juta KPM.

Kemensos telah dan terus melanjutkan menyalurkan bantuan sosial (bansos) tersebut.

Bansos diberikan kepada KPM dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah padan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini menuturkan, pemerintah terus dan tengah melakukan evaluasi, perbaikan, dan sinkronisasi data terkait dengan bansos ini.

Percepatan ini dimungkinkan atas bantuan dan dukungan Kemendagri dan pemerintah daerah (pemda) yaitu pemerintah provinsi (pemprov) serta pemerintah kabupaten/kota.

"Tentu saja, bagi pemerintah provinsi dan pemda kabupaten/kota yang telah memperbaiki data dan mempercepat proses pemadanan NIK," kata Asep.

Sepanjang Maret 2021 tercatat sebanyak sekitar 11,75 juta data dari 509 kabupaten/kota yang telah diperbaiki dan dipadankan data.

Pemadanan data mampu meningkatkan ketepatan sasaran program dan menghindari kesalahan penyaluran.

Selain itu, Kemensos juga terus melakukan upaya menambah jumlah cakupan sembari memperbaiki kualitas data.