
AURA(DUMAI) - Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura (KKSSI) Wilayah Kecamatan Medang Kampai kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Melayu melalui penyelenggaraan Pentas Seni Silat dan Tari Zapin Melayu yang berlangsung meriah di Lapangan Lampu Colok RT 05, Kelurahan Mundam, Jumat malam (5/6/2026).
Kegiatan budaya yang dihadiri utusan KKSSI dari berbagai wilayah, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, serta para pecinta seni dan budaya Melayu ini berlangsung penuh semangat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Datok Panglima Perang KKSSI, Nurcahyono alias Batin Alamsyah bin Ramli bin Awaludin bin Kayul bin Gani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda.
"Pentas seni silat Melayu ini kami gelar sebagai bentuk apresiasi terhadap sembilan aliran silat yang tampil malam ini, yakni Silat Pukul, Tuah Jebat, Sendeng, Pengian 7 Langkah, Saidina, Langbuana, Silat 21, Bunian Jantan, dan Pawang Lion. Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menambah ilmu, wawasan, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu yang sarat nilai sopan santun, keberanian, dan jati diri bangsa," ujarnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Datok Temenggung Junaidi Z selaku Ketua Pelaksana. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa pentas seni budaya ini merupakan wadah untuk mempererat persaudaraan antarperguruan silat sekaligus menjaga eksistensi budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
"Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi, persatuan, dan pelestarian budaya. Melalui pentas seni ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya Melayu yang menjadi identitas serta kebanggaan kita bersama," katanya.
Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Datok Setia Amanah Muhammad Amir Muttakin, S.I.P., para Datok, anggota Dewan, serta seluruh Hulubalang KKSSI.
Turut hadir memberikan dukungan dan semangat dalam kegiatan tersebut, yaitu:
Datok Alias Wali Negeri, utusan KKSSI Bukit Batu.
Datok Abu Lizar bin Alwi, utusan KKSSI Pulau Rupat Utara.
Kehadiran para utusan dari berbagai wilayah menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning.
Sementara itu, Camat Medang Kampai, Indra Safawi, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan budaya tersebut.
"Pemerintah Kecamatan Medang Kampai sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KKSSI ini. Pentas seni budaya seperti ini memiliki nilai positif yang besar dalam menjaga warisan budaya Melayu, memperkuat persatuan masyarakat, serta membentuk karakter generasi muda agar tetap mengenal akar budayanya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda budaya yang membanggakan bagi Medang Kampai," ungkapnya.
Acara juga dihadiri oleh Lurah Kelurahan Mundam, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para pecinta seni budaya Melayu.
Di kesempatan yang sama, Sandi Pratama, tokoh muda silat Melayu Kota Dumai sekaligus guru salah satu perguruan silat, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
"Silat Melayu bukan hanya seni bela diri, tetapi juga pendidikan karakter, adab, dan jati diri Melayu. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Kami berharap pentas budaya seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," ujarnya.
Pentas Seni Silat dan Tari Zapin Melayu yang berlangsung hingga malam hari tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Penampilan para pesilat dan penari zapin berhasil memukau penonton yang memadati lokasi acara.
Melalui kegiatan ini, KKSSI Medang Kampai berharap kecintaan terhadap budaya Melayu semakin tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat sehingga warisan leluhur tetap terjaga.