
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah jurus untuk mengamankan pasokan air nasional, tidak hanya mengandalkan waduk semata. Kementerian PU kini memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku.
Selain itu, Kementerian PU turut mengoptimalkan 10.789 sumur bor berkapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik untuk mengantisipasi wilayah yang berpotensi kekeringan saat musim kemarau.
Dody menegaskan, pengelolaan infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," tegas Menteri Dody.
Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien. Guna menghadapi kondisi darurat, sejumlah peralatan disiapkan untuk dikerahkan ke daerah terdampak, meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor.
Pemerintah turut mendata wilayah rawan kekeringan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai upaya adaptasi yang diperlukan.
Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai efektif menekan penggunaan air. Pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) dan sumur bor turut dipercepat demi memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.