AURANUSANTARA.COM — Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Amitav Nandy, mengundurkan diri setelah genap setahun memimpin perseroan. Pengunduran diri itu berkaitan dengan rotasi jabatan di Bata Group, induk usaha perusahaan sepatu asal Republik Ceko tersebut. Perseroan akan menggelar RUPS untuk menerima pengunduran diri sekaligus menetapkan nakhoda baru BATA.
Corporate Secretary PT Sepatu Bata Tbk, Sanusi, menyatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Amitav Nandy dari posisi Presiden Direktur. Menurut Sanusi, langkah itu diambil sejalan dengan rotasi jabatan yang berlangsung di Bata Group.
"Sehubungan dengan adanya rotasi jabatan di Bata Group, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Amitav Nandy selaku Presiden Direktur," kata Sanusi.
RUPS Jadi Forum Penetapan Pengganti
BATA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menerima pengunduran diri Amitav sekaligus menetapkan penggantinya. RUPS menjadi mekanisme resmi yang menentukan siapa yang akan memimpin emiten berkode saham BATA tersebut ke depan.
Belum ada keterangan mengenai jadwal pasti RUPS maupun nama kandidat yang akan mengisi kursi Presiden Direktur. Sanusi tidak menyebut alasan lain di balik pengunduran diri selain rotasi jabatan di tingkat grup.
Transformasi Global di Tengah Persaingan Alas Kaki
BATA melalui induk usahanya tengah menjalankan transformasi global. Perubahan perilaku konsumen dan persaingan industri alas kaki yang semakin ketat menjadi pemicu utama penyesuaian strategi di tingkat grup.
Perusahaan menyatakan fokus pada tiga hal: menghadirkan produk yang lebih relevan, menyederhanakan organisasi, serta membuat proses kerja lebih efektif. Arah transformasi itu menyasar pasar yang lebih luas, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar utama BATA.
Global CEO Bata Group, Panos Mytaros, menegaskan prioritas transformasi grup saat ini.
"Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen. Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen," ujar Panos Mytaros.
Rotasi di Tingkat Grup, Bukan Sekadar Pergantian Personal
Pengunduran diri Amitav tidak berdiri sendiri. Rotasi jabatan di Bata Group menunjukkan penyesuaian struktur manajemen berjalan seiring dengan agenda transformasi bisnis grup di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Bagi pemegang saham BATA, perhatian utama akan tertuju pada hasil RUPS. Penetapan presiden direktur baru menentukan arah eksekusi transformasi di pasar Indonesia, mulai dari penyederhanaan organisasi hingga strategi produk yang lebih relevan dengan konsumen lokal.
Sejauh ini perseroan belum mengungkapkan dampak finansial dari pergantian tersebut. BATA juga tidak menyebut apakah ada perubahan target bisnis jangka pendek menyusul kekosongan kursi presiden direktur.