AURANUSANTARA.COM — PT City Retail Developments Tbk (NIRO) melepas seluruh kepemilikan atas tujuh entitas usaha penyewaan gudang dan logistik kepada Nusantara Logistics Investments Pte Ltd, perusahaan asal Singapura. Nilai transaksi divestasi mencapai Rp1,3 triliun, setara 29,44 persen dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2026. Manajemen menyebut penjualan aset ini untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan modal kerja perusahaan.
"Nilai transaksi ini mencapai 29,44 persen dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2026," tulis manajemen NIRO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tujuh Entitas yang Dilepas ke Nusantara Logistics Investments
Divestasi ini mencakup seluruh kepemilikan NIRO pada tujuh anak usaha yang bergerak di bidang penyewaan gudang dan logistik. Ketujuh entitas tersebut adalah:
- PT Cella Management Logistik
- PT Cella Argya Logistik
- PT CRE BIL Indonesia
- PT Bukit Inti Lestari
- PT Cella Cakra Logistik
- PT Cella Emerald Logistik
- PT Cella Gemilang Logistik
Pembeli seluruh entitas itu adalah Nusantara Logistics Investments Pte Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura. Tidak disebutkan dalam keterbukaan informasi apakah transaksi dilakukan secara tunai atau melalui mekanisme lain.
Alasan Divestasi: Likuiditas dan Modal Kerja
Manajemen NIRO menjelaskan divestasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, modal kerja, dan pendanaan perusahaan. Langkah ini menunjukkan perseroan memprioritaskan penguatan posisi kas di tengah kebutuhan operasional yang berjalan.
Dengan melepas tujuh entitas sekaligus, NIRO tidak lagi menanggung beban operasional maupun kewajiban yang melekat pada unit-unit usaha tersebut. Hasil penjualan diharapkan memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham NIRO
Nilai transaksi Rp1,3 triliun yang setara 29,44 persen ekuitas per 30 Juni 2026 menjadi acuan investor menilai materialitas aksi korporasi ini. Porsi sebesar itu menandakan divestasi bukan transaksi kecil, melainkan langkah signifikan yang mengubah komposisi aset perseroan.
Namun keterbukaan informasi belum merinci dampak laba atau rugi dari pelepasan aset ini, serta belum menyebut jadwal penyelesaian transaksi. Investor yang memantau NIRO perlu menunggu pengumuman lanjutan mengenai realisasi dana dan rencana penggunaan hasil divestasi.
Bagi pasar, aksi ini menempatkan NIRO pada posisi dengan likuiditas lebih longgar, meski di sisi lain mengurangi sumber pendapatan berulang dari sektor penyewaan gudang dan logistik yang selama ini dijalankan melalui entitas-entitas tersebut.