AURANUSANTARA.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan operasional proyek Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub. Fasilitas baru ini menambah pasokan gas sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) ke jaringan produksi nasional. Penambahan pasokan itu menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi menuju swasembada.
Peresmian yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis, menandai beroperasinya sumur Jangkrik North East #6 (JNE#6) beserta fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub. Bahlil menyebut fasilitas itu akan mengerek kapasitas produksi Floating Production Unit (FPU) Jangkrik secara signifikan.
"Saya meresmikan operasional lapangan Mahakam Hub yang akan mencapai kurang lebih sekitar 290 MMSCFD," ujar Bahlil dalam acara Peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub.
Dari Jangkrik ke Maha: Dua Sumber Pasokan Baru
Pasokan gas sebesar 60 MMSCFD dialirkan dari Sumur JNE#6 menuju FPU Jangkrik. Sisanya, sekitar 230 MMSCFD, baru akan mengalir pada akhir Oktober 2026 dari dua sumur gas di Lapangan Maha.
Dengan begitu, total tambahan produksi dari operasional sumur Jangkrik dan fasilitas Lapangan Maha-South Hub mencapai kurang lebih 290 MMSCFD. Produksi FPU Jangkrik saat ini berada di kisaran 550 MMSCFD.
Setelah peresmian, Bahlil memperkirakan kapasitas produksi FPU Jangkrik menyentuh level 700–750 MMSCFD. Proyek pengembangan Lapangan Maha sendiri memiliki cadangan gas mencapai 438 miliar kaki kubik standar (BSCF).
Pengembangan lapangan itu mencakup dua sumur produksi, yakni Maha-3 dan Maha-4, serta sistem produksi bawah laut atau Subsea Production System (SPS).
Investasi 840 Juta Dolar AS dan Sorotan ke Blok Ganal
Nilai investasi proyek yang diresmikan Bahlil kurang lebih sekitar 840 juta dolar AS. Bahlil menyampaikan apresiasinya kepada ENI dan Searah yang menggarap proyek Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub.
"Bagi saya, angkanya besar. Tetapi kalau dibandingkan dengan ketahanan energi kita untuk menuju swasembada energi, itulah jauh lebih penting," kata Bahlil.
Ia juga menyoroti blok lain yang akan dikembangkan ENI, seperti sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur. Sumur itu dinilai berpotensi menambah produksi gas Indonesia ke depan.
Target Produksi Gas 2028–2029
Pemerintah memproyeksikan total produksi gas nasional mencapai sekitar 3 ribu MMSCFD pada 2028–2029. Untuk kondensat, targetnya kurang lebih sekitar 130 ribu barel per hari.
"Di 2028–2029, total produksi kita nanti untuk gas itu mencapai sekitar 3 ribu MMSCFD, dan untuk kondensat itu kurang lebih sekitar 130 ribu barel per hari," ucap Bahlil.
Tambahan pasokan 290 MMSCFD dari Lapangan Jangkrik dan Maha menjadi salah satu pijakan awal menuju target tersebut. Bagi industri gas dalam negeri, realisasi pasokan dari dua lapangan ini akan menentukan seberapa cepat kapasitas FPU Jangkrik naik ke level 700–750 MMSCFD pada akhir 2026.