KAI Commuter Minta Maaf, Tabrakan di Dua Lintas Timbulkan 18 Perjalanan Terganggu
Kecelakaan yang menimpa dua kereta Commuter Line pagi tadi memicu efek berantai pada pelayanan pengguna jasa di wilayah Jabodetabek. Total 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, dua perjalanan lainnya terpaksa dibatalkan, sementara delapan perjalanan lintas Tangerang tertahan hingga 48 menit.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memaparkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan awal. "KAI Commuter juga melayani pemberian surat keterangan keterlambatan bagi pengguna yang membutuhkan," jelasnya dalam keterangan resmi.
Kerusakan Pipa Rem dan Kabin Depan
Insiden pertama terjadi pada Commuter Line No. 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota. Seorang tertemper di jalur rel lintas Pasar Minggu-Manggarai, menyebabkan pipa angin pada sistem pengereman rangkaian rusak. Kereta penolong kemudian diterjunkan untuk mengevakuasi rangkaian menuju Depo KRL Bukit Duri.
"Proses penarikan rangkaian ini menyebabkan jalur rel lintas Pasar Minggu tujuan Manggarai tidak bisa dilalui, sehingga perjalanan sempat dioperasikan menggunakan satu jalur," ujar Direktur KAI Commuter, Purnomo Sidi.
Sedangkan insiden kedua menimpa Commuter Line Tangerang No. 1914 relasi Duri-Tangerang. Sepeda motor tertemper di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya-Batu Ceper, mengakibatkan kerusakan pada kabin bagian depan kereta. Lintas Rawabuaya-Batu Ceper juga sempat memberlakukan sistem satu jalur selama proses penanganan.
Edukasi Keselamatan Jadi Pekerjaan Rumah
Purnomo menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. KAI Commuter berencana memperkuat koordinasi dengan pihak kewilayahan dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi warga tentang bahaya melintas di jalur rel.
"Jika terjadi kendala operasional, seluruh pengguna diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan masuk jika kondisi KRL sudah terlalu padat dan tidak melintas jalur rel," imbaunya.
Meski layanan telah pulih, KAI Commuter mengingatkan bahwa perlintasan tidak resmi masih menjadi titik rawan kecelakaan. Sosialisasi rutin akan terus digencarkan untuk menekan angka insiden di jalur kereta yang melintasi permukiman padat penduduk tersebut.