AURA(RUPAT) - Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Jalan Mastari, Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kodim 0303/Bengkalis.
Tim Penyuluhan Mabes TNI berjumlah tiga personel, dipimpin Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, didampingi Kolonel Tek I Wayan Joni dan Mayor Inf Sugiyanto. Tim turut didampingi enam personel Kodim 0303/Bengkalis yang dipimpin Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih dan diwakili Peltu Suardi.


Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Sukarjo Mesim Agafri, S.E., perwakilan Kapolsek Rupat/Bhabinkamtibmas Bripka Odwin, Ketua BPD Syaipudin, perangkat RT/RW, personel BPBD Kecamatan Rupat, Linmas, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tim Penyuluhan Mabes TNI dan silaturahmi bersama Kepala Desa Sukarjo Mesim. Selanjutnya dilaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat, dilanjutkan sesi tanya jawab dan pembagian sembako kepada warga.


Dalam penyuluhannya, Tim Mabes TNI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah adanya pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk mengantisipasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memanfaatkan kondisi tersebut.


Tim juga menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi dapat menyebabkan polusi udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat Karhutla juga berpotensi menyebar hingga wilayah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.


Selain pencegahan, masyarakat didorong untuk menjaga sumber-sumber air yang tersedia, termasuk embung, sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. Masyarakat yang memiliki lahan perkebunan juga diimbau untuk mendukung penyediaan lahan bagi pembangunan embung maupun akses jalan yang dapat digunakan untuk mempermudah mobilitas menuju lokasi apabila terjadi Karhutla.


Tim Mabes TNI turut menekankan pentingnya kecepatan dalam pelaporan apabila masyarakat menemukan titik api. Warga diminta segera melaporkan kejadian kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Dalam pelaksanaan pemadaman, masyarakat juga diingatkan agar tidak bertindak sendiri dan mengutamakan keselamatan dengan melibatkan minimal dua orang.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sembako kepada masyarakat dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman, serta tidak terdapat hal menonjol.

Sebagai tindak lanjut, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dijadwalkan melaksanakan silaturahmi dan sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, pada Kamis (17/9/2026).
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun kesadaran bersama serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Redaksi