Peti Kemas Pelindo Regional 4 Tembus 1,70 Juta TEUs, MNP Melonjak 24,2 Persen
AURANUSANTARA.COM — Pelindo Regional 4 membukukan arus peti kemas 1,70 juta TEUs sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 3,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang 1,64 juta TEUs. Lonjakan terbesar datang dari Makassar New Port yang tumbuh 24,2 persen berkat kiriman hasil pertanian dan nikel. Pertumbuhan ini menegaskan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap hidup di tengah dinamika perdagangan.
Makassar New Port Pimpin Pertumbuhan
Arus peti kemas di MNP mencapai 317.219 TEUs sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka itu melesat 24,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya 255.378 TEUs. Pelindo Regional 4 menyebut MNP mencatat pertumbuhan tertinggi di antara pelabuhan-pelabuhan lain di bawah wilayah kerjanya.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan lonjakan itu ditopang peningkatan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel yang melewati MNP. Kenaikan aktivitas tersebut turut mengerek trafik peti kemas di seluruh wilayah kerja Pelindo Regional 4.
"Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4," kata Abdul Azis dalam keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).
Parepare Terbantu Layanan Muat Beras
Pelabuhan Parepare mencatat arus peti kemas 8.190 TEUs hingga Agustus 2026, tumbuh 16,3 persen secara tahunan dari 7.040 TEUs pada periode yang sama tahun lalu. Tambahan layanan peti kemas dari PT Meratus untuk kegiatan muat beras dan bongkar barang kebutuhan masyarakat menjadi salah satu penopang kenaikan itu.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang menilai pertumbuhan trafik di tiap cabang sangat ditentukan karakteristik dan potensi komoditas masing-masing wilayah. Wilayah yang berbasis pertanian dan pertambangan, menurutnya, bergerak lebih cepat dibanding daerah yang mengandalkan komoditas lain.
Kendari hingga Merauke Ikut Naik
Selain MNP dan Parepare, pertumbuhan arus peti kemas terjadi di sejumlah pelabuhan lain di bawah Pelindo Regional 4. Pelabuhan Kendari tumbuh 15,7 persen, Jayapura 11,2 persen, dan Merauke 10,6 persen sepanjang Januari–Agustus 2026.
Yusida menyebut capaian itu mencerminkan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap terjaga. Arus barang yang stabil dibutuhkan untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengiriman komoditas unggulan daerah ke pasar nasional maupun ekspor.
Bagi pelaku usaha di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, kenaikan trafik ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi. Petani dan pedagang beras di Parepare kini punya opsi layanan peti kemas tambahan, sementara pengirim nikel dan hasil pertanian di Makassar menikmati kapasitas angkut yang lebih besar lewat MNP.
Pelindo Regional 4 belum memerinci target hingga akhir 2026. Namun tren lima pelabuhan yang tumbuh dua digit menunjukkan permintaan jasa kepelabuhanan di kawasan timur masih kuat, sejalan dengan geliat perdagangan komoditas dan distribusi barang antarwilayah.