Pencarian

Danareksa Kantongi Komitmen Investasi Rp 2,5 Triliun dari Investor Inggris dan Belanda

Minggu, 08 November 2026 • 06:22:31 WIB
Danareksa Kantongi Komitmen Investasi Rp 2,5 Triliun dari Investor Inggris dan Belanda
Penandatanganan kesepakatan investasi Danareksa senilai Rp 2,5 triliun dari investor Inggris dan Belanda dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London.

AURANUSANTARA.COM — PT Danareksa (Persero) mengantongi komitmen investasi sekitar Rp 2,5 triliun dari investor Inggris dan Belanda dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London. Dana tersebut akan mengalir ke pemanfaatan lahan industri di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan pengembangan infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah. Penandatanganan kesepakatan dilakukan JIEP dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebagai bagian Holding Kawasan Industri Indonesia.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung Kamis (5/11) dan disaksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Duta Besar RI untuk Inggris Raya Desra Percaya. Holding Kawasan Industri Indonesia menempatkan dua kesepakatan ini sebagai penopang daya tarik investasi nasional di bawah payung Danantara Indonesia.

Dua Kawasan Jadi Sasaran Investasi

Komitmen pertama menyasar pemanfaatan lahan industri di JIEP, Jakarta. Mitranya adalah perusahaan investasi asal Inggris, BlackInk Co-operation Limited. Direktur Pemasaran dan Pengembangan JIEP Leonnardo Feneri menyebut kerja sama akan ditindaklanjuti ke tahap yang lebih konkret sesuai rencana dan ketentuan berlaku.

"BlackInk sebagai perusahaan investasi asal Inggris akan merealisasikan investasi di JIEP dan diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja. Dalam hal ini, JIEP telah menyiapkan lahan yang cukup dengan dukungan utilitas listrik dan air yang memadai untuk investasi tersebut," ujar Leonnardo dalam siaran pers, Sabtu (7/11/2026).

Komitmen kedua berupa penjajakan kerja sama pengembangan infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang. Direktur Utama KITB Marfan Trihartiko menyatakan kolaborasi ini bagian dari langkah kawasan mengembangkan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi kawasan industri.

"Kami berharap pengembangan ini dapat membuka peluang bagi pertumbuhan industri berteknologi tinggi, transfer pengetahuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batang dan Jawa Tengah," kata Marfan.

Realisasi Investasi Tumbuh 7,3% hingga September

Rosan memaparkan realisasi investasi Januari hingga September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun, tumbuh 7,3 persen. Sekitar separuh dari angka tersebut berasal dari investor global.

"Realisasi investasi ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia, terhadap transformasi yang kami jalankan, serta arah jangka panjang Indonesia," ujarnya.

Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia Ngurah Wirawan menilai kesepakatan di London menunjukkan minat investor global terhadap kawasan industri dalam negeri sebagai mitra pengembangan usaha.

"Kesepakatan di London ini membuktikan bahwa investor global memilih Indonesia dan Holding Kawasan Industri sebagai mitra terpercaya yang menghadirkan ekosistem industri modern yang terintegrasi, dengan layanan andal, SDM berkualitas, serta berorientasi pada keberlanjutan," kata Ngurah.

Portofolio Tujuh Kawasan Seluas 7.706 Hektare

Holding Kawasan Industri Indonesia saat ini mengelola tujuh kawasan seluas 7.706 hektare di enam provinsi. Kawasan tersebut menjadi lokasi lebih dari 1.200 tenant dari 25 negara, dengan nilai investasi lebih dari 10 miliar dolar AS dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang.

Pengembangan kawasan industri dikaitkan dengan agenda Asta Cita, terutama penciptaan lapangan kerja berkualitas, hilirisasi, industrialisasi, dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Kawasan dikembangkan dengan konsep township yang mengintegrasikan aktivitas industri dan kehidupan masyarakat.

"Amanah yang diberikan Danantara Indonesia mendorong kami untuk menjadikan kawasan industri Indonesia sebagai destinasi investasi dunia, sehingga setiap investasi yang berlabuh memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat," ujar Ngurah.

Bagi pelaku industri, komitmen Rp 2,5 triliun ini masih berada di tahap penjajakan dan penandatanganan awal. Realisasi bergantung pada tindak lanjut perjanjian dan kesiapan lahan, utilitas, serta infrastruktur digital di kedua kawasan.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks