NICK Akuisisi Okansa Pacific, Sewakan EV BYD hingga Wuling di 2026
AURANUSANTARA.COM — PT Charnic Capital Tbk (NICK) mengakuisisi saham PT Okansa Pacific dari PT Indovest Central dan meningkatkan modal dasar anak usaha tersebut. Langkah ini menjadi pintu masuk NICK ke bisnis penyewaan kendaraan listrik yang saat ini menjalankan merek BYD, Denza, dan Wuling. Akuisisi itu sejalan dengan strategi perseroan menggarap bisnis green mobility pada 2026.
Okansa Pacific tidak dibangun dari nol. NICK mengakuisisi saham perusahaan itu dari PT Indovest Central, lalu meningkatkan modal dasar anak usaha tersebut. Akuisisi inilah yang membuka jalan perseroan masuk ke sektor penyewaan kendaraan listrik.
Bisnis Sewa EV dengan Merek BYD, Denza, dan Wuling
Berdasarkan anggaran dasar dan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), salah satu kegiatan usaha Okansa Pacific tercatat pada KBLI 77100. Kode itu mencakup aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi untuk mobil, bus, truk, dan kendaraan sejenisnya.
Dalam praktiknya, Okansa Pacific menjalankan bisnis penyewaan kendaraan listrik dengan tiga merek yang sudah dikenal pasar Indonesia:
- BYD
- Denza
- Wuling
Ketiga merek tersebut mewakili segmen EV yang berbeda. BYD dan Denza menyasar kelas menengah hingga premium, sementara Wuling dikenal lewat lini kendaraan listrik berharga lebih terjangkau.
Dorongan Ekonomi Hijau Jadi Pemicu
NICK menilai peluang bisnis green mobility terbuka lebar seiring dorongan penerapan ekonomi hijau atau green economy di Indonesia. Akuisisi Okansa Pacific diposisikan sebagai langkah konkret perseroan untuk masuk ke sektor tersebut.
Permintaan kendaraan listrik di dalam negeri memang tumbuh, ditopang insentif pemerintah dan ekspansi sejumlah merek. Namun bisnis penyewaan EV punya karakter berbeda dari penjualan ritel. Penyewa umumnya korporasi yang ingin menguji operasional armada listrik sebelum melakukan pembelian besar.
Apa Artinya bagi Investor NICK
Bagi pemegang saham, arah bisnis ini menandai pergeseran portofolio NICK ke sektor yang masih tergolong baru. Penyewaan kendaraan listrik menawarkan pendapatan berulang dari kontrak sewa, berbeda dari bisnis yang mengandalkan penjualan aset sekali putus.
Risikonya juga perlu dicermati. Nilai residu kendaraan listrik masih belum stabil dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, sementara biaya perawatan dan penggantian baterai menjadi komponen yang harus dihitung dalam struktur tarif sewa.
Sejauh mana Okansa Pacific berkontribusi ke kinerja NICK akan terlihat dari laporan keuangan periode berikutnya. Perseroan belum mengungkap target pendapatan maupun jumlah unit armada yang akan disewakan.