AURANUSANTARA.COM — Kementerian Keuangan mencatat belanja pegawai pemerintah terealisasi Rp287,7 triliun hingga 30 September 2026, setara 80,3% dari pagu tahun ini. Angka itu naik 21,3% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp237,2 triliun, dengan peningkatan terutama untuk pengangkatan 355 ribu aparatur sipil negara (ASN) baru. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan data ini dalam konferensi pers APBN akhir pekan lalu.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut kenaikan tersebut utamanya untuk memenuhi kebutuhan pengangkatan 355 ribu orang aparatur sipil negara (ASN) baru. Dana itu juga menutup pembayaran gaji dan tunjangan seluruh ASN agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Ke Mana Aliran Belanja Pegawai per September 2026
Dari total Rp287,7 triliun yang sudah cair, sebagian besar terserap untuk gaji dan tunjangan ASN yang saat ini aktif. Komponen lain yang ikut membesar adalah pembayaran tunjangan profesi guru (TPG), termasuk untuk pendidik non-PNS.
Suahasil merinci pos TPG non-PNS menjangkau 904 ribu guru. "Ini untuk pembayaran TPG non PNS untuk 904 guru, gaji dan tunjangan ASN baru," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN pada akhir pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).
Realisasi 80,3% per akhir September menandakan sisa pagu sekitar 19,7% akan disalurkan pada triwulan IV 2026. Pemerintah belum merinci berapa tepatnya nilai sisa yang akan dibayarkan hingga Desember.
Siapa yang Terdampak dari Realisasi Ini
Kenaikan belanja pegawai menyentuh tiga kelompok utama. Pertama, 355 ribu ASN baru yang diangkat tahun ini dan mulai menerima gaji serta tunjangan. Kedua, ASN aktif yang pembayaran gaji dan tunjangannya terus berjalan. Ketiga, guru non-PNS penerima tunjangan profesi.
Bagi ASN baru, pengangkatan berarti status kepegawaian resmi dan hak atas penghasilan bulanan. Bagi guru non-PNS, TPG menjadi tambahan penghasilan di luar honor mengajar. Pemerintah menempatkan pos ini sebagai bagian dari upaya menjaga layanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Konteks Anggaran: 80,3% Pagu Terpakai dalam Sembilan Bulan
Realisasi 80,3% dalam sembilan bulan menunjukkan laju penyerapan yang relatif sesuai jadwal tahunan. Kenaikan 21,3% year-on-year menandakan ada tambahan beban fiskal yang signifikan dibanding 2025, terutama dari pengangkatan ASN baru dan pembayaran TPG.
Data ini disampaikan dalam konferensi pers APBN yang digelar akhir pekan lalu. Kementerian Keuangan belum mempublikasikan rincian per kementerian/lembaga maupun per jenis belanja dalam bahan yang tersedia.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Dengan sisa pagu sekitar 19,7%, pemerintah masih memiliki ruang pembayaran hingga akhir tahun. Namun, besaran pastinya bergantung pada kebutuhan gaji, tunjangan, dan kewajiban TPG yang jatuh tempo di triwulan IV.
Masyarakat yang ingin mengetahui status pembayaran gaji, tunjangan, atau TPG dapat memantau kanal resmi Kementerian Keuangan dan instansi terkait. Informasi lengkap mengenai jadwal dan mekanisme pencairan dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah.
Waspadai pihak yang mengaku bisa mempercepat pencairan gaji, tunjangan, atau TPG dengan meminta biaya. Semua pembayaran ASN dan tunjangan profesi guru disalurkan melalui mekanisme resmi tanpa pungutan tambahan.