AURANUSANTARA.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan penyaluran pupuk subsidi melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mulai beroperasi serentak pada Kamis (15/10). Instruksi itu ditujukan langsung kepada jajaran direksi PT Pupuk Indonesia agar mengawal distribusi dari pabrik hingga ke petani. Langkah ini diklaim memangkas rantai pasok yang selama ini panjang.
Amran menyampaikan instruksi tersebut saat ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Kamis (15/10). Ia menegaskan Pupuk Indonesia harus memastikan pupuk subsidi tersedia di koperasi sejak hari pertama operasional.
"Pokoknya kami minta kepada Pupuk Indonesia, hari ini direkturnya, kawal," ujar Amran.
Dari Pabrik Langsung ke Kopdes, Lalu ke Petani
Penyaluran bantuan pemerintah melalui Kopdes dirancang untuk memperpendek jalur distribusi. Petani diharapkan memperoleh pupuk subsidi lebih mudah tanpa melewati rantai pasok yang berlapis.
"Dari pabrik langsung Kopdes, Kopdes langsung petani. Begitu pula sebaliknya, nanti off-taker Kopdes yang menjadi off-taker," ujar Amran.
Koperasi juga berperan sebagai pembeli hasil panen petani, mulai dari gabah hingga kedelai, sebelum komoditas tersebut disalurkan ke Perum Bulog.
"Jadi, (Kopdes Merah Putih) ini memperpendek rantai pasok," tegas Amran.
Kementan Kerahkan 50 Ribu Pegawai Dampingi Petani
Kementerian Pertanian memiliki sekitar 50 ribu pegawai yang diminta terus mendampingi masyarakat, khususnya petani, dalam mengakses bantuan dan layanan pemerintah.
"Layani rakyat, kita pelayan rakyat kapan saja, sesuai kewenangan kita masing-masing. Jangan biarkan rakyat jalan sendiri," tegasnya.
29 Ribu Unit Siap, 8 Ribu Jadi Fokus Pengisian Pasokan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut dari target moderat 35 ribu unit hingga akhir tahun, sekitar 29 ribu unit di antaranya telah siap. Sebanyak 8 ribu unit menjadi fokus utama pengisian pasokan barang kebutuhan pokok serta barang subsidi pekan ini.
"Saudara-saudara, mulai besok kita akan melakukan monitoring, ya, sebenarnya ya ke seluruh apa namanya Kopdes ini. 8 ribu dulu pertama," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Pengawasan massal dilakukan perwakilan seluruh kementerian, jajaran Panglima Kodam (Pangdam), gubernur, hingga bupati di seluruh daerah.
Pupuk, Gula, Minyak Goreng hingga Beras SPHP Masuk Tahap Awal
Pada tahap awal operasional, jaringan Kopdes Merah Putih dilengkapi berbagai kebutuhan barang subsidi. Daftarnya mencakup:
- Pupuk subsidi
- Gula
- Minyak goreng
- Gas LPG
- Beras SPHP dari Bulog
Zulhas menerangkan kelengkapan fasilitas operasional Kopdes mencakup sarana transportasi hingga ketersediaan beras subsidi untuk masyarakat. Pengisian dan penyempurnaan fasilitas dilakukan bertahap mengingat skala proyek yang besar.
Posko 24 Jam Pantau Kendala Lapangan Sebulan ke Depan
Pemerintah menargetkan seluruh kendala lapangan teratasi dalam satu bulan melalui posko pemantauan 24 jam di Kemenko Pangan. Zulhas mengaku akan menerima laporan setiap sore dan turun tangan langsung jika ada hambatan yang tidak bisa ditembus.
"Kita akan monitor kegiatan kita selama 1 bulan ini, mana yang sudah bagus, mana yang belum, mana yang ada hambatan. Saya tiap sore akan dapat laporan. Yang nggak bisa ditembus, saya akan turun tangan agar ini bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.