AURANUSANTARA.COM — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi per 17 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibanding periode September. Keputusan menahan harga diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPBU Pertamina di Indonesia, mulai dari Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex.
Alasan Pertamina Menahan Harga
Kitty menegaskan penyesuaian harga nonsubsidi tidak dilakukan karena perusahaan memperhitungkan dampaknya bagi konsumen. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (1/10/2026).
"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty.
Dengan kebijakan ini, masyarakat yang membeli BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina tidak akan menemukan perubahan harga dibanding periode September.
Rincian Harga per Liter
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter. Harga itu naik dari sebelumnya Rp18.300 per liter.
Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, meningkat dari posisi sebelumnya Rp16.600 per liter. Sementara Dexlite kini dipatok Rp23.700 per liter, naik dari Rp19.700 per liter.
Pertamina Dex menjadi produk dengan harga tertinggi, yakni Rp25.200 per liter. Angka itu melesat dari sebelumnya Rp21.150 per liter.
Dampak ke Konsumen dan Pengguna Kendaraan
Kebijakan menahan harga ini memberi kepastian biaya bagi pengguna kendaraan pribadi, terutama pemilik mobil diesel dan kendaraan bermesin bensin beroktan tinggi. Pengguna Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 di wilayah Jakarta dan sekitarnya bisa merencanakan pengeluaran bahan bakar tanpa khawatir kenaikan mendadak.
Bagi pemilik kendaraan diesel, Dexlite dan Pertamina Dex tetap menjadi pilihan utama. Meski harganya lebih tinggi, keduanya menawarkan performa mesin yang berbeda dibanding produk bersubsidi.
Pertamina menegaskan penyesuaian harga ke depan akan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli masyarakat. Perusahaan belum memberi indikasi kapan evaluasi harga berikutnya akan dilakukan.
Penutup: Keputusan menahan harga BBM nonsubsidi ini menjaga stabilitas biaya transportasi dan logistik di tengah ketidakpastian harga minyak global. Bagi konsumen, kepastian harga hingga periode berikutnya menjadi sinyal bahwa Pertamina masih menempatkan daya beli masyarakat sebagai pertimbangan utama.