Pencarian

Jakarta Peringkat 15 Transportasi Publik Terbaik Dunia, Skor 79,2%

Minggu, 18 Oktober 2026 • 06:22:02 WIB
Jakarta Peringkat 15 Transportasi Publik Terbaik Dunia, Skor 79,2%
Jakarta menempati peringkat ke-15 dunia dalam survei transportasi publik Time Out dengan skor 79,2 persen.

AURANUSANTARA.COM — Jakarta menempati posisi ke-15 kota dengan transportasi publik terbaik dunia versi survei majalah perjalanan Time Out, dengan skor 79,2 persen. Penilaian itu berasal dari 24 ribu responden di berbagai negara yang menilai layanan transportasi umum di kota masing-masing. MRT Jakarta disebut menjadi salah satu kontributor utama hasil pemeringkatan tersebut.

Survei Time Out yang digelar pada 2026 meminta responden menilai transportasi umum di kota mereka dengan skala 1 hingga 5, dari "sangat buruk" sampai "sangat baik". Peringkat ditentukan dari persentase penilaian warga terhadap layanan di kotanya. Skor 79,2 persen menempatkan Jakarta di urutan ke-15 dunia.

Di tingkat operasional, MRT Jakarta mencatat sekitar 4,42 juta penumpang sepanjang September 2026. Angka itu naik dibandingkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026 yang sebesar 4,06 juta penumpang.

MRT Jakarta Jadi Penopang Penilaian Warga

Sejumlah pengguna menyebut kenyamanan dan ketepatan waktu sebagai alasan utama memilih MRT Jakarta. Marwah Purnama Sari (35), salah satu penikmat moda transportasi Jakarta, mengatakan pengalaman naik MRT terasa seperti sedang liburan di luar negeri.

"Naik MRT Jakarta berasa lagi liburan di Luar Negeri," ujar Marwah kepada CNN Indonesia, Sabtu (17/10).

Transportasi yang bersih, lingkungan tertib, dan fasilitas lengkap disebut Marwah sebagai daya tarik utama. Sebelumnya, pengalaman semacam itu ia dapatkan hanya saat menjelajah ke negara lain.

Mohammad Ilham (30), karyawan perbankan swasta di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, memilih MRT saat ingin menikmati ibu kota dari sudut pandang berbeda. Baginya, MRT menjanjikan kenyamanan dan ketepatan waktu.

"Kalau pas kepepet pilihannya MRT, karena cepat dan terjadwal, jadi enggak buang waktu," beber Ilham.

Fasilitas Dinilai Setara Moda Transportasi Global

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai dari sisi fasilitas, level MRT Jakarta layak disandingkan dengan moda transportasi global. Menurutnya, penumpang Indonesia lebih tertib dan fasilitas yang tersedia tidak kalah, termasuk ketersediaan tempat sholat yang jarang ditemui di negara lain.

"Orang Indonesia lebih tertib, bersih, dari sisi fasilitas dibandingkan negara-negara lain, kita enggak kalah. Bahkan kita ada tempat sholat, di negara lain enggak ada yang gitu-gitu (fasilitas)," ujar Djoko saat dihubungi, Sabtu (17/10) sore.

Rute MRT Baru 15,7 Km, Jauh di Bawah Singapura

Di balik capaian itu, Djoko menyoroti pekerjaan rumah besar transportasi publik Tanah Air. Rute MRT Fase 1 yang aktif saat ini baru 15,7 kilometer, membentang dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI). Panjang itu jauh dibandingkan jaringan MRT Singapura yang mencapai 245,2 km.

Setiap hari, sekitar 4 juta orang dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) masuk ke Jakarta. Dari jumlah tersebut, Djoko menyebut baru sepertiga yang dapat dilayani transportasi umum.

  • LRT Jabodebek: sekitar 115 ribu penumpang per hari
  • Commuter Line (KRL): 1,1 juta penumpang per hari
  • MRT Jakarta: 127 ribu penumpang per hari
  • Trans Jabodetabek: 55 ribu penumpang per hari

Djoko menekankan kebutuhan menambah kapasitas transportasi umum, antara lain melalui penambahan rute Transjabodetabek, Jabodebatek Residence Connexion di 127 kawasan perumahan mewah Bodetabek, serta mikrotrans di Jakarta. Saat ini sudah beroperasi 18 rute Transjabodetabek dan PT Trans Jakarta mengoperasikan 87 rute mikrotrans.

"Kalau itu dilakukan (menambah rute dan kapasitas), harapannya 4 hingga 5 tahun ke depan bisa bertambah sepertiga lagi jumlah penumpang yang bisa dilayani. Indonesia bisa, tinggal jawabannya belum mampu atau belum mau?" ujarnya.

Penumpang Berharap Standar MRT Diadopsi Moda Lain

Ilham menyayangkan kehadiran transportasi mumpuni seperti MRT baru terealisasi beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Indonesia punya potensi dan kemampuan menyajikan transportasi publik yang layak bagi masyarakat.

"Ada banget (perubahan). Setelah ada MRT, baru sadar ternyata Indonesia bisa juga provide hal kayak gini. Biasanya kita coba di luar (negeri), sekarang di Indonesia. Kenapa enggak dari dulu aja ada ini (MRT)," curhatnya.

Marwah optimistis kualitas moda transportasi umum Tanah Air, termasuk MRT Jakarta, mampu mewakili wajah Indonesia di kancah global.

"Bisa kok, Indonesia punya MRT yang layak di setiap area, yuk bisa yuk!" ungkap Marwah.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks