AURANUSANTARA.COM — Keputusan ini diumumkan langsung oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Rabu (9/9/2026). Penambahan dilakukan dengan mengatur ulang pola peredaran sarana di seluruh lintas layanan, termasuk menarik rangkaian dari lintas Tanjung Priok untuk dialihkan ke Bogor.
"Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan," jelas Karina dalam keterangan resminya.
Rangkaian Priok Dialihkan, Penumpang Basoetta Terdampak
Konsekuensi dari pengalihan rangkaian ini cukup signifikan bagi pengguna Commuter Line Basoetta. Selama masa transisi, lintas Tanjung Priok akan dilayani menggunakan rangkaian Commuter Line Basoetta yang biasanya melayani rute menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Akibatnya, jadwal Commuter Line Basoetta terpaksa dipangkas dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan per hari. KAI Commuter memastikan tarif dan rute layanan tidak berubah, namun pengguna yang sudah membeli tiket untuk jadwal yang terdampak diberikan dua opsi: naik pada jadwal sebelum atau sesudah pemberangkatan, atau mengajukan refund 100 persen di loket stasiun.
Permintaan Maaf atas Ketidaknyamanan
Karina menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas penyesuaian sementara ini. Menurutnya, kebijakan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh atas pola operasi setelah perawatan sarana KRL INKA CLI-225 yang dimulai Senin (7/9/2026) lalu.
"Tentunya KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul pada penyesuaian sementara layanan perjalanan Commuter Line pada lintas pelayanan yang terdampak," tandasnya.
Penambahan 13 perjalanan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang di lintas Bogor yang menjadi salah satu rute tersibuk di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Dengan total 1.061 perjalanan per hari, kapasitas angkut diharapkan kembali mendekati kondisi normal sebelum masa perawatan sarana.