Pemerintah Tahan Harga Pertalite sampai Akhir 2026, BBM Non-Subsidi Disesuaikan 1 Oktober
AURANUSANTARA.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite tidak naik hingga akhir tahun 2026. Kepastian itu disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, saat harga minyak mentah dunia menembus US$ 106,9 per barel. Sementara BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dex series berpotensi disesuaikan mulai Kamis, 1 Oktober 2026.
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tetap dipertahankan sampai akhir tahun 2026. Kebijakan itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi energi global.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan komitmen pemerintah tersebut secara terbuka. "Untuk harga BBM Pertalite, sebagaimana disampaikan Pak Menteri, sampai dengan akhir tahun kita pertahankan. Tidak ada kenaikan untuk Pertalite yang bersubsidi," kata Yuliot saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Harga BBM Non-Subsidi Mengikuti Pasar Dunia
Perlakuan berbeda berlaku untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax series dan Dex series. Yuliot menjelaskan harga kelompok ini merujuk pada fluktuasi harga pasar minyak dunia dan dievaluasi berkala oleh badan usaha setiap tanggal 1 di awal bulan.
Dengan tren penguatan harga minyak mentah saat ini, BBM non-subsidi berpotensi disesuaikan mulai Kamis, 1 Oktober 2026. "Yang non-subsidi ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Kita melihat rata-rata penyesuaian harganya dalam satu bulan. Memang ada penyesuaian (untuk Oktober 2026)," ujar Yuliot.
Yuliot tidak menyebut besaran pasti angka penyesuaian harga BBM non-subsidi. Informasi resmi soal nominal terbaru dapat diakses melalui kanal PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha penyalur.
Pemicu: Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Lonjakan harga minyak dunia dalam dua hari beruntun dipicu kekhawatiran gangguan pasokan. Pemicunya eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Data pasar komoditas Refinitiv per Selasa (29/9/2026) mencatat harga minyak jenis Brent menguat 1,5 persen hingga menembus level US$ 106,9 per barel. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,4 persen ke posisi US$ 93,91 per barel.
Ekspor minyak dari Timur Tengah sempat meningkat mencapai 12,8 juta barel per hari pada September 2026. Meski begitu, dinamika konflik global tetap membayangi stabilitas pasokan energi dunia dan memicu penyesuaian harga BBM non-subsidi di dalam negeri.
Apa Artinya bagi Konsumen
Bagi pengguna Pertalite, tidak ada perubahan harga yang perlu diantisipasi hingga akhir 2026. Kepastian ini berlaku untuk pembelian di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) penyalur resmi.
Pengguna Pertamax series dan Dex series perlu mencermati pengumuman resmi badan usaha menjelang 1 Oktober 2026. Besaran penyesuaian belum dipublikasikan, sehingga masyarakat sebaiknya menunggu informasi dari kanal resmi Pertamina atau Kementerian ESDM.
Waspadai Informasi Harga Palsu
Masyarakat diimbau tidak mempercayai pesan berantai atau unggahan yang mencantumkan angka harga BBM tanpa sumber resmi. Seluruh perubahan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, hanya diumumkan melalui kanal Kementerian ESDM dan badan usaha penyalur.
Jika menemukan informasi menyesatkan soal harga BBM, laporkan ke kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM atau Pertamina Call Center 135. Waspadai juga pihak yang menawarkan jasa "pengurusan" atau iming-iming harga BBM lebih murah di luar SPBU resmi.