AURA(DUMAI) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingdungan dengan turut mendukung penyelenggaraan Seminar Multipihak yang diselenggarakan oleh Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau. Seminar Bertajuk “Mewujudkan Lingkungan Permukiman yang Sehat di Sekitar Kawasan Industri” tersebut berlangsung di Grand Zuri Hotel Dumai pada Kamis (22/10).

Pada kesempatan ini, Kilang Dumai memaparkan sejumlah langkah konkret  yang dilakukan Perusahaan dalam menjalankan operasional dengan tidak hanya mengedepankan aspek keamanan dan kesehatan, melainkan juga aspek lingkungan. Materi disampaikan langsung oleh Section Head Environment–HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Rachmat Harris Firmansyah.

Dalam sesinya, Rachmat Harris Firmansyah.memaparkan strategi pengelolaan lingkungan di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai. Mulai dari dasar pengelolaan lingkungan yang mengacu pada perundang-undangan, pengelolaan limbah B3, pengelolaan sampah dan berbagai topik-topik lainnya terkait pengelolaan lingkungan dalam industri. Langkah-langkah tersebut menjadi cerminan komitmen Perusahaan dalam menjalankan operasional yang andal, sekaligus menjamin lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Terkait pengelolaan sampah dan limbah B3, seluruh pelaporan pemantauan dan pengelolaan lingkungan di Kilang Dumai dilakukan secara berkala dan transparan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai serta dipantau langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang memastikan semua data yang kami laporkan apakah benar sesuai atau tidak dengan yang ada di lapangan,” ujar Harris.

Salah satu topik yang juga dibahas dalam sesi tersebut adalah penanggulangan abrasi. Harris menegaskan bahwa Kilang Dumai juga menaruh perhatian pada persoalan abrasi di Kota Dumai. Bentuk dukungan yang telah diwujudkan dengan menanam salah satunya melalui pemberdayaan kelompok Nelayan Mundam Jaya.

“Tentu kita masih bertahap pelan-pelan, tidak langsung tumpang tunduk satu panjang  garis pantai. Di sana kelompok binaan kita bapak-bapak kelompok nelayan Mundam Jaya kita dampingi untuk ikut menanam mangrove dan mengembangkan nursery mangrove, sekaligus kita memetakan potensi ekonomi masyarakat pesisir. Kita juga hadirkan inovasi APO (Alat Pemecah Ombak) agar setelah ditanam tidak mangrove ini tidak cepat hilang karena ombak yang tinggi. Setiap tahun mangrove yang ditanam juga terus berprogress pertumbuhannya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu bentuk pelaksanaan program CSR Perusahaan dilaksanakan dengan sistem Community Development yaitu dengan mengembangkan kelompok masyarakat yang peduli. “Jadi kita bangkitkan kembali masyarakat yang peduli,  kita modali, kita ajarin, buat membantu mengatasi abrasi seperti kelompok Mundam Jaya. Kita harapkan nantinya masyarakat lain juga bisa belajar dari kelompok tersebut.  Kita juga sudah mengerahkan agar kelompok mundam bisa sharing , mudah-mudahan juga bisa diterapkan di sepanjang pantai yang lain,” kata Harris.

Ketua Panitia, Bambang Eka Setiawan atau yang akrab disapa Baim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh Kilang Dumai untuk kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa seminar multipihak itu diselenggarakan bertujuan dapat menjadi ruang dialog bagi unsur media, akademisi, pemerintah, masyarakat dan industri dalam memperkuat pemahaman soal lingkungan, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan aktivitas industri.

Tak hanya pemaparan dari bagian pengelolaan lingkungan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, seminar yang dimoderatori oleh Ahmad Bilal, ST.ini  juga menghadirkan pemateri lainnya yang berasal dari praktisi lingkungan yakni Dr. Elviriadi, S.Pi, M.Si dan Vera Cyhtiana  dari DLH Kota Dumai yang membahas program pengelolaan lingkungan Pemerintah Kota Dumai.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pelajar, mahasiswa, komunitas masyarakat, media, serta sejumlah perwakilan instansi di Kota Dumai. Acara tersebut dibuka langsung oleh Walikota Dumai, yang diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Setdako Dumai, Handayani, SH.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk keselarasan  yang sama dengan  komitmen Pertamina dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten di seluruh lini operasional dan bisnis Perusahaan.

“Kegiatan semacam ini yang mengangkat isu lingkungan tentu patut kita support. Seminar ini bisa menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk membangun pemahaman bersama dan meningkatkan kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan harmonisasi dalam membangun kawasan industri dan permukiman di Kota Dumai yang lebih baik kedepannya,” pungkas Muhammad Rum.

Reporter: Redaksi