PLN EPI Kunci Pasokan 600 Kargo LNG Masela untuk 18 Tahun

PLN EPI menandatangani Perjanjian Jual Beli LNG dengan KKKS WK Masela di Jakarta.
Penulis: Ragil
Selasa, 03 November 2026 | 06:42:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengamankan pasokan gas alam cair (LNG) dari Wilayah Kerja Masela sebanyak 2,5 juta ton per tahun selama 18 tahun, setara sekitar 600 kargo. Kontrak jangka panjang ini menjadi fondasi pasokan bahan bakar pembangkit PLN Group hingga akhir 2030-an. Bagi pelanggan listrik, kepastian pasokan gas berarti keandalan pasokan daya yang lebih terjaga di berbagai sistem kelistrikan.

Kepastian itu diperoleh lewat penandatanganan Perjanjian Jual Beli LNG antara PLN EPI dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) WK Masela. Penandatanganan berlangsung dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, disaksikan Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Heads of Agreement (HoA) LNG antara kedua pihak pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) Mei 2026.

Mengapa Pasokan Masela Krusial bagi PLN

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan kebutuhan energi primer jangka panjang PLN EPI, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Gas dari Masela akan memasok pembangkit PLN Group di sejumlah wilayah Indonesia.

Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyebut pengamanan pasokan energi primer jangka panjang sebagai bagian penting dari upaya PLN Group menjaga keandalan listrik. Volume 2,5 MTPA selama 18 tahun dinilai memberi kepastian bagi pengembangan lapangan hulu migas dalam negeri.

"Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang. Dengan volume 2,5 MTPA selama 18 tahun, kami mendukung pengembangan lapangan hulu migas di Indonesia dengan menjadi fundamental buyer agar proyek pengembangan hulu migas dapat segera dieksekusi," ujar Rakhmad.

Portofolio South Hub dan Infrastruktur Pendukung

Selain Masela, PLN EPI memperluas diversifikasi sumber pasokan melalui portofolio South Hub. Pasokan ini bersumber dari sejumlah wilayah kerja migas, yakni Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal.

South Hub direncanakan berlangsung pada periode 2027–2037 dengan total volume sekitar 191 kargo LNG, atau 11,2 juta ton. Pengembangan berbagai sumber domestik ini menjadi bagian dari strategi membangun portofolio pengadaan LNG yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.

Di sisi infrastruktur, PLN EPI memperkuat kesiapan midstream gas agar LNG bisa dimanfaatkan optimal hingga ke pembangkit. Pengembangan mencakup empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sebagai bagian dari rantai pasok, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi, hingga penyaluran gas ke pembangkit.

Rantai Pasok Harus Terintegrasi

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menekankan pengelolaan pasokan LNG harus dilakukan terintegrasi. Keseimbangan antara kepastian sumber pasokan, proyeksi kebutuhan pembangkit, serta kesiapan infrastruktur dan logistik menjadi kunci.

"Bagi PLN EPI, pengamanan LNG tidak berhenti pada penandatanganan kontrak pasokan. Kami memastikan seluruh mata rantai pasok, mulai dari sumber LNG, pengangkutan, penyimpanan, regasifikasi hingga penyaluran gas ke pembangkit, direncanakan secara terintegrasi," jelas Erma.

Erma menambahkan, penguatan portofolio LNG domestik juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem gas nasional yang lebih kompetitif. Sinergi antara pelaku hulu migas, penyedia infrastruktur midstream, dan sektor ketenagalistrikan dinilai perlu terus dioptimalkan.

"Potensi gas bumi Indonesia perlu dioptimalkan melalui sinergi antara para pelaku hulu migas, penyedia infrastruktur midstream, dan sektor ketenagalistrikan. PLN EPI berkomitmen untuk mengambil peran strategis dalam menghubungkan potensi sumber daya gas domestik dengan kebutuhan pembangkit di seluruh Indonesia," tambah Erma.

Dengan kontrak Masela dan portofolio South Hub, PLN EPI menyiapkan rantai pasok energi primer yang lebih tangguh dan adaptif. Bagi PLN Group, kepastian pasokan gas dalam rentang 18 tahun memberi ruang perencanaan lebih matang di tengah pertumbuhan permintaan listrik nasional.

Reporter: Ragil