AURA(RUPAT) - Sejumlah masyarakat Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, meminta Bupati Bengkalis mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan penonaktifan Kepala Desa Darul Aman, Pramuji Rasyid. Permintaan tersebut muncul menyusul adanya persoalan dan dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran desa pada masa kepemimpinannya periode 2017–2018 yang disebut-sebut masih menjadi sorotan masyarakat.
Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian warga setelah Pramuji Rasyid kembali menjabat sebagai Kepala Desa Darul Aman definitif melalui pengangkatan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, kepala desa tersebut dikabarkan telah memenuhi panggilan pihak berwenang di Kabupaten Bengkalis untuk dimintai keterangan terkait persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan sejumlah kegiatan pembangunan desa pada masa jabatan sebelumnya.
Warga menyebutkan, persoalan tersebut berkaitan dengan beberapa proyek pembangunan desa yang diduga tidak terselesaikan serta adanya dugaan ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran dana desa.
Menurut keterangan sejumlah masyarakat, persoalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali menjadi pembahasan dengan instansi terkait di Kabupaten Bengkalis. Bahkan, menurut pengakuan warga, pernah ada komitmen untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah.
Namun, hingga saat ini masyarakat mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai penyelesaian persoalan tersebut, termasuk kepastian pengembalian dana yang dimaksud.
Muncul Dugaan Keterkaitan dengan Dukungan Politik
Di tengah polemik tersebut, sejumlah warga juga menyinggung latar belakang politik Pramuji Rasyid. Pada akhir masa jabatan sebelumnya, yang bersangkutan diketahui pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tetapi tidak berhasil terpilih.
Meski demikian, muncul dugaan di tengah masyarakat mengenai adanya dukungan politik terhadap kepala desa tersebut. Namun, dugaan mengenai keterlibatan maupun perlindungan dari pihak partai politik tertentu belum disertai bukti yang dapat diverifikasi.
Oleh karena itu, masyarakat berharap persoalan yang sedang menjadi perhatian tersebut dapat ditangani secara objektif oleh pihak berwenang tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Warga Berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis Turun Tangan
Menghadapi polemik yang berkembang, masyarakat Desa Darul Aman berharap Bupati Bengkalis beserta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Desa Darul Aman.
Warga meminta agar pemerintah daerah mempertimbangkan penonaktifan kepala desa tersebut apabila ditemukan dasar hukum dan persyaratan administratif yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kami sejujurnya tidak ingin lagi beliau menjabat sebagai kepala desa kami. Kami ingin melihat kemajuan desa dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan desa," ungkap sejumlah warga.
Masyarakat juga berharap pemerintah desa ke depan dapat menjalankan roda pemerintahan secara transparan, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi maupun kelompok.
Warga menegaskan bahwa harapan mereka sederhana, yakni Desa Darul Aman dapat dipimpin oleh pemerintahan yang mampu membawa perubahan positif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjalankan pengelolaan dana desa secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pramuji Rasyid terkait berbagai tudingan yang disampaikan masyarakat tersebut. Konfirmasi kepada yang bersangkutan dan instansi terkait masih diperlukan guna memperoleh pemberitaan yang berimbang.
Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.