Ketua PPDI Kota Dumai Desak Bongkar Laka Kerja PT. Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat Hingga Unsur Kesengajaan Mencuat
AURA(DUMAI) - Kasus kecelakaan kerja serius yang menimpa PA (inisial), pekerja PT ISS di area KCP PT. Ivo Mas Tunggal terus memanas dan menjadi sorotan publik. Insiden mengerikan yang terjadi pada 05 Maret 2026 lalu itu menyebabkan tangan kiri korban tergilas belting mesin konveyor hingga harus diamputasi. Kini, muncul dugaan keras adanya kelalaian fatal bahkan indikasi dugaan unsur kesengajaan di balik tragedi tersebut.
Pegiat tenaga kerja dan juga Ketua Perkumulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (PPDI)Kota Dumai , Iwan Ziro, secara terbuka mengecam keras peristiwa itu dan menilai kasus ini tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan kerja biasa. Menurutnya, ada banyak kejanggalan yang wajib diusut tuntas. Rabu, (29/04/2026).
"Saya sudah mendengar langsung keterangan korban. Saat korban kembali bekerja setelah istirahat makan siang, mesin konveyor dalam keadaan mati. Namun ketika leader meninggalkan area kerja, tiba-tiba ada yang menghidupkan mesin tersebut hingga tangan korban tergilas. Ini bukan persoalan sepele, ini tragedi serius yang patut diduga ada unsur kelalaian berat,” tegas Iwan Ziro.
Ia bahkan menyebut, jika benar mesin dihidupkan saat pekerja masih berada di titik rawan, maka dugaan unsur kesengajaan tidak boleh dikesampingkan dan wajib menjadi bagian dari penyelidikan.
"Kalau ada pekerja masih berada di jalur bahaya lalu mesin dioperasikan, itu pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab?. Jangan sampai nyawa dan anggota tubuh pekerja dianggap sepele,” kecamnya.
Iwan Ziro juga menyoroti keras penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. Ivo Mas Tunggal. Menurutnya, perusahaan sebesar itu seharusnya memiliki standar pengamanan ketat, pengawasan maksimal, serta prosedur lock out tag out yang jelas sebelum mesin dinyalakan kembali.
"Di mana pihak Safety saat pekerjaan berlangsung?. Di mana sistem pengamanan mesin?. Di mana perlindungan terhadap pekerja?. Atau jangan-jangan semua hanya formalitas di atas kertas?,” sindir Iwan Ziro tajam.
Lebih jauh, ia mendesak Disnakertrans Provinsi Riau agar tidak diam dan segera membuka seluruh hasil pemeriksaan ke publik. Menurutnya, jika kasus sebesar ini ditutup-tutupi, maka kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan ketenagakerjaan akan runtuh.
"Jangan main mata. Jangan lindungi siapa pun. Bongkar seterang-terangnya siapa yang lalai, siapa yang bertanggung jawab, dan siapa yang harus diproses hukum. Korban sudah kehilangan tangan, jangan sampai korban juga kehilangan keadilan,” tegas Iwan Ziro.
Kasus ini kini menjadi ujian besar bagi ketegasan pengawas tenaga kerja dan keseriusan penegakan hukum di Kota Dumai. Publik menunggu, apakah tragedi ini akan dibuka terang-benderang atau justru tenggelam ditelan kekuasaan dan kepentingan.
RSUD dr. Suhatman Kota Dumai Gelar Apel Rutin Bulanan
AURA(DUMAI) - RSUD dr. Suhatman Kota Dumai melaksanakan apel rutin bulanan yang .
Bipartit Gagal FSPMI Kota Dumai Laporkan PT. Tridaya Dimensi Indonesia Ke Dinas Tenaga Kerja
AURA(DUMAI) - Upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara eks pek.
BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib Jum'at dan Pelatihan Bina Mualaf Untuk Masyarakat
AURA(DUMAI) - BAZMA (Baituzzakah Amanah Manfaat Ummat) PT Pertamina Patra Niaga .
SPBU Nomor 16.287.090 Teluk Lecah di Duga Tutup Lebih Awal, Warga Kecewa
AURA(RUPAT) - SPBU Teluk Lecah bernomor 16.287.090 diduga menutup pelayanan lebi.
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
AURA(DUMAI) - Berangkat dari kepedulian terhadap isu bully dan mewujudkan lingku.
Polda Riau Dan Polres Bengkalis Di Minta Selidiki Dugaan Manipulasi Takaran BBM Di SPBU 16.287.090
AURA(RUPAT) - Antrean panjang kembali terjadi di SPBU 16.287.090 dalam beberapa .







