AURANUSANTARA.COM — Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, mengungkap dua kendala utama yang membuat UMKM belum maksimal menjual produk secara daring, yakni belum terbiasa dengan fitur lokapasar dan keterbatasan sumber daya manusia. Kedua hambatan itu muncul karena banyak pelaku usaha masih berjuang sendirian. Pelatihan yang diberikan pun kerap tidak langsung dipraktikkan sehingga mudah terlupa.
Masalah utama UMKM bukanlah ketidakmampuan teknis, melainkan kebiasaan yang belum terbentuk. Weliyan menegaskan bahwa pelaku usaha sering kali tidak gagap teknologi, hanya belum terbiasa mengoperasikan beragam fitur yang tersedia di lokapasar.
Pernyataan itu disampaikan Weliyan saat menjadi pembicara pada sesi Digitalization Bootcamp, bagian dari rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026 bertema "Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global".
Bukan Gagap Teknologi, tapi Belum Terbiasa
Menurut Weliyan, banyak pelaku UMKM sebenarnya mampu secara teknis. Persoalannya, fitur-fitur di lokapasar tidak digunakan secara rutin sehingga keterampilan itu tidak terasah.
"Jadi sebenarnya bukan gaptek (gagap teknologi), hanya belum terbiasa," ujarnya.
Kondisi itu diperparah oleh cara kerja yang serba sendiri. Banyak UMKM mengandalkan satu orang untuk menangani seluruh lini usaha, dari produksi hingga pemasaran digital.
"Yang berikutnya banyak UMKM masih single fighter, sehingga kemampuannya terbatas," kata Weliyan.
Pelatihan Bagus Sering Tidak Dikerjakan
Hambatan lain datang dari sisi eksekusi. Weliyan menilai materi pelatihan yang berkualitas tidak otomatis berujung pada perubahan praktik di lapangan.
"Pelatihan dan materi yang bagus tidak segera dikerjakan sehingga lupa," ujarnya.
Pola ini menjelaskan mengapa program pendampingan UMKM kerap tidak berdampak signifikan pada kenaikan omzet. Materi yang diserap hanya bertahan sebentar karena tidak langsung diterapkan.
Strategi yang Bisa Dicoba
Dari dua kendala itu, ada beberapa langkah praktis yang bisa dijalankan pelaku UMKM untuk menggenjot penjualan daring.
- Biasakan diri dengan satu fitur lokapasar terlebih dahulu, misalnya optimasi judul dan foto produk, sebelum menambah fitur lain.
- Pecah peran dalam tim kecil, misalnya satu orang menangani konten dan satu orang menangani layanan pembeli, agar tidak bergantung pada satu orang.
- Terapkan materi pelatihan langsung setelah sesi selesai, jangan menunda hingga lupa.
- Ikuti program pendampingan yang menyertakan praktik, bukan hanya pemaparan teori.
Digitalization Bootcamp sendiri menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempelajari pemasaran daring secara langsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bootcamp UUI 2026 yang menyasar pelaku usaha yang ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Bagi UMKM, kemampuan menjual daring bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan agar tetap bersaing. Tanpa pembenahan pada kebiasaan dan pembagian kerja, fitur lokapasar secanggih apa pun tidak akan menambah omzet secara signifikan.