AURANUSANTARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami technical rebound terbatas pada perdagangan hari ini setelah membentuk pola candlestick hammer dan mendekati area support krusial. Dua analis sekuritas memperkirakan penguatan indeks masih dibayangi tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda. Pelaku pasar mencermati level support 5.851 sebagai penentu arah pergerakan indeks selanjutnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek, meski risiko koreksi lanjutan tetap perlu diwaspadai. Posisi indeks dinilai berada pada bagian wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, dengan area penguatan terdekat di 5.943-5.978.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, dengan area penguatan terdekat di 5.943-5.978. Namun, IHSG juga berpotensi terkoreksi lebih lanjut ke rentang 5.744-5.794," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.887 dan 5.744, dengan resistance di 6.216 dan 6.296 hari ini. Ia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni ARCI, BMRI, INDY, dan MIDI.
Pola Hammer dan Support Krusial Jadi Kunci Rebound
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji memperkirakan indeks saham berpeluang mengalami technical rebound secara terbatas setelah membentuk pola candlestick hammer dan mendekati area support krusial. Tekanan jual belum sepenuhnya mereda, sementara indikator teknikal masih menunjukkan sinyal negatif.
"Support krusial IHSG berada di level 5.851. Meski peluang rebound mulai terbuka, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, sehingga pemulihan indeks perlu dicermati," ujar Nafan.
Nafan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.851 dan 5.647, dengan resistance di 6.016 dan 6.180 hari ini. Ia merekomendasikan saham ADRO, ARCI, dan CTRA.
IHSG Ditutup Melemah 0,17% ke 5.925
Pada perdagangan Selasa (13/10), IHSG ditutup di level 5.925, melemah 10,17 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp 10,65 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,45 miliar saham.
Pada penutupan tersebut, 336 saham menguat, 290 saham terkoreksi, dan 168 saham stagnan. Komposisi itu menunjukkan pasar masih bergerak mixed dengan kecenderungan tertekan tipis.
Apa yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini
Dua analis sepakat bahwa peluang rebound masih terbatas dan bergantung pada kemampuan IHSG bertahan di atas area support. Level 5.851 menjadi titik krusial yang perlu dicermati; jika ditembus ke bawah, tekanan jual berpotensi berlanjut ke rentang 5.744-5.794.
Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan dan bergerak ke area penguatan 5.943-5.978, rebound jangka pendek bisa terkonfirmasi. Indikator Stochastics K_D dan RSI yang masih negatif menjadi sinyal bahwa pemulihan belum sepenuhnya solid.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.