Harga Emas Spot Naik 0,54% ke USD4.017, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
AURANUSANTARA.COM — Harga emas spot menguat 0,54% menjadi USD4.017,19 per troy ons pada perdagangan Senin (26/10/2026), rebound dari level terendah lebih dari tiga bulan sehari sebelumnya. Penurunan harga minyak mentah meredakan kekhawatiran inflasi dan memicu aksi bargain hunting, sementara pelaku pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini.
Penguatan emas spot terjadi setelah pada Jumat (23/10) pekan lalu harga sempat menyentuh USD3.975 per troy ons, level terendah sejak 20 Juli. Posisi itu menjadi titik balik bagi pembeli yang menunggu koreksi, seiring tekanan jual yang mulai mengendur.
Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menyebut dua faktor yang menopang pergerakan emas pada sesi tersebut.
"Penurunan harga minyak mentah membantu emas, sementara aksi bargain hunting juga mulai masuk," kata Haberkorn, seperti dikutip Reuters.
Harga Minyak Turun Jadi Pemicu Utama
Pelemahan harga minyak mentah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi. Bagi emas, ekspektasi inflasi yang lebih terkendali biasanya menguntungkan karena logam mulia ini kerap dipakai sebagai lindung nilai terhadap daya beli yang tergerus.
Penurunan harga minyak juga memberi ruang bagi pasar untuk kembali menakar arah kebijakan moneter. Emas tidak menghasilkan bunga, sehingga biaya peluang memegang emas menurun ketika ekspektasi suku bunga bergerak ke arah pelonggaran.
Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed
Fokus utama pelaku pasar pekan ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve. Sikap The Fed akan menentukan arah dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah, dua variabel yang berkorelasi erat dengan harga emas.
Haberkorn memperkirakan aktivitas perdagangan emas relatif sepi menjelang pengumuman tersebut. Harga diperkirakan bertahan di sekitar level USD4.000 per troy ons sampai arah kebijakan The Fed jelas.
Level USD4.000 kini berfungsi sebagai penopang psikologis. Selama harga bertahan di atasnya, tekanan jual lanjutan berpeluang terbatas. Sebaliknya, penembusan ke bawah level itu bisa membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area USD3.975 yang tercatat Jumat lalu.
Apa Artinya bagi Investor Emas
Bagi pemegang emas fisik maupun instrumen berbasis emas, keputusan The Fed menjadi katalis jangka pendek yang perlu dicermati. Nada dovish atau sinyal pemangkasan suku bunga umumnya mendorong harga emas naik, sedangkan sikap hawkish cenderung menekan harga.
Rebound 0,54% belum cukup mengubah tren secara signifikan. Pasar masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar USD4.000, dengan volume perdagangan yang tipis menjelang rapat The Fed.
Pelaku pasar domestik yang memantau emas sebagai alternatif investasi perlu memperhatikan pula pergerakan kurs rupiah terhadap dolar. Penguatan dolar AS menjelang keputusan The Fed dapat mengurangi daya tarik emas dalam denominasi rupiah, meski harga globalnya naik.