Harga Minyak Dunia US$116 per Barel, Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah menahan harga sejumlah barang bersubsidi di tengah harga minyak dunia US$115–116 per barel.
Penulis: Ragil
Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41:32 WIB

AURANUSANTARA.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah menahan harga sejumlah barang bersubsidi meski harga minyak dunia menembus US$115–116 per barel. Kebijakan ini menyasar masyarakat pengguna BBM dan barang bersubsidi yang daya belinya terancam tekanan global. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3% PDB agar penahanan harga tetap berkelanjutan.

Menurut Suahasil, kebijakan tersebut merupakan upaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meredam gejolak ekonomi akibat tekanan global. APBN tidak hanya berfungsi mendorong pertumbuhan, tetapi juga menjaga stabilitas saat kondisi global mengalami turbulensi.

Apa yang Ditahan Harganya

Suahasil menyebut "sejumlah produk barang bersubsidi" di dalam negeri tetap ditahan harganya. Ia tidak merinci jenis barang maupun besaran subsidi yang dialokasikan dalam pernyataan tersebut.

"Harga minyak hari-hari ini udah 115–116 dolar, tapi sejumlah produk barang bersubsidi di dalam negeri tetap kita tahan," ujar Suahasil dalam acara tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah kenaikan harga energi global. Pemerintah memilih menahan harga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Tekanan terhadap Anggaran Negara

Kenaikan harga minyak dunia memperbesar tekanan terhadap anggaran, terutama jika pemerintah harus mempertahankan harga energi bersubsidi. Biaya yang ditanggung negara untuk mendukung konsumsi energi bersubsidi berpotensi ikut bertambah.

Suahasil menegaskan APBN harus tetap sehat dan kredibel melalui pengendalian defisit yang terukur. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Tidak boleh defisit yang tidak terukur. Karena itu, komitmen kami kepada defisit anggaran di bawah 3% menjadi sesuatu yang terus kami gaungkan," tegasnya.

Siapa yang Terdampak

Kebijakan ini menyangkut dua kepentingan sekaligus: melindungi daya beli masyarakat dari kenaikan harga energi global, dan menjaga kesehatan keuangan negara. Kelompok yang paling berkepentingan mengikuti perkembangan ini adalah rumah tangga pengguna BBM dan barang bersubsidi sehari-hari.

Namun, bahan pemberitaan tidak menyebut rincian jenis BBM, nominal subsidi per liter, maupun jadwal evaluasi harga. Informasi lengkap mengenai kebijakan harga barang bersubsidi dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dua Kepentingan yang Harus Dijaga

Dengan harga minyak masih tinggi, tantangan pemerintah bukan sekadar menjaga harga barang bersubsidi. Pemerintah juga harus memastikan belanja negara tetap terkendali tanpa mengurangi kemampuan APBN menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Suahasil menempatkan stabilitas sebagai fungsi utama APBN dalam kondisi turbulensi global. Pemerintah berupaya mencegah gejolak eksternal merambat terlalu besar ke aktivitas ekonomi dalam negeri.

Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau mempertanyakan harga barang bersubsidi di wilayahnya dapat menggunakan kanal pengaduan resmi pemerintah. Waspadai pihak yang mengaku sebagai calo atau meminta biaya untuk urusan subsidi—tidak ada pungutan resmi dalam program barang bersubsidi.

Reporter: Ragil