Harga Emas Bertahan di US$ 3.932, Level US$ 3.870 Jadi Penentu Arah

Harga emas stabil di US$ 3.932,94 per ons troi dengan level support US$ 3.870 sebagai penentu arah pergerakan.
Penulis: Fajar
Rabu, 04 November 2026 | 06:42:01 WIB

AURANUSANTARA.COM — Harga emas diperdagangkan stabil di US$ 3.932,94 per ons troi, namun posisinya berada tepat di atas zona support krusial US$ 3.870. Analis StoneX Razan Hilal menilai penembusan level tersebut membuka ruang penurunan lebih dalam hingga US$ 3.680, bahkan berisiko menyentuh US$ 3.400 per ons troi.

Pasar logam mulia menahan posisi pada Rabu (4/11/2026). Mengacu riset StoneX, harga emas bertahan di kisaran US$ 3.932,94 per ons troi setelah tekanan jual beberapa sesi terakhir. Level US$ 3.870 menjadi garis pertahanan terakhir sebelum tren turun berlanjut.

Tiga faktor menekan harga emas saat ini: penguatan dolar Amerika Serikat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Kombinasi ketiganya membuat permintaan aset lindung nilai melemah.

Support US$ 3.870 dan Fibonacci 50% Jadi Kunci

Razan Hilal, Market Analyst StoneX, menyebut level US$ 3.870 sebagai titik temu beberapa indikator teknikal sekaligus. Area itu berdekatan dengan support yang terbentuk sejak Oktober 2025 dan level ekspansi Fibonacci 50% dari siklus pergerakan Januari-Juni-Agustus.

"Level US$ 3.870 merupakan area yang berdekatan dengan support sejak Oktober 2025 dan level ekspansi Fibonacci 50% dari siklus pergerakan harga Januari-Juni-Agustus. Di saat bersamaan, indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold) pada emas, yang terakhir terlihat pada 2023," tulis Hilal dalam risetnya.

Kondisi jenuh jual memang membuka peluang pembalikan arah. Namun Hilal menegaskan sinyal itu belum cukup untuk memastikan harga emas segera pulih. Tren penurunan masih perlu dicermati, terutama bila tekanan jual kembali meningkat.

Jika US$ 3.870 ditembus, emas berisiko melanjutkan pelemahan menuju US$ 3.680. Skenario terburuk membawa harga logam mulia ini ke US$ 3.400 per ons troi.

Indeks Dolar AS Diuji di 101,40

Tekanan terhadap emas tidak lepas dari pergerakan Indeks Dolar AS (DXY). Hilal mencatat DXY sedang menguji support penting di sekitar 101,40. Area tersebut merupakan pertemuan garis tren kenaikan 10 bulan, bekas resistance Juni-Juli yang kini berbalik jadi support, serta level Fibonacci retracement 27,2% dari kenaikan September-Oktober.

Penembusan ke bawah 101,40 berpotensi mengubah prospek dolar AS menjadi bearish. Level 101, 100,50, hingga 100 menjadi support berikutnya yang perlu dicermati. Pelemahan dolar yang berlanjut membuka ruang pemulihan bagi mata uang utama dunia dan logam mulia, termasuk emas.

Sebaliknya, bila DXY bertahan di atas 101,40 dan kembali menembus 102 serta 102,60, indeks berpeluang menguji resistance garis tren kenaikan delapan bulan di sekitar 103,40. Penembusan area itu dapat memperkuat prospek penguatan dolar AS dalam jangka panjang.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah

Selain indikator teknikal, pasar menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Data tersebut menjadi salah satu acuan The Fed dalam menentukan arah suku bunga. Angka yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menambah tekanan pada emas.

Bagi investor, US$ 3.870 layak dipantau ketat. Selama level itu bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka. Namun bila jebol, skenario penurunan ke US$ 3.680 hingga US$ 3.400 menjadi risiko nyata yang perlu diantisipasi dalam penyusunan strategi portofolio.

Reporter: Fajar