Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi per 7 November 2026, Ini Daftarnya

Petugas melayani pengisian BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina.
Penulis: Sutomo
Sabtu, 07 November 2026 | 08:21:31 WIB

AURANUSANTARA.COM — PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia per Sabtu, 7 November 2026. Kebijakan ini berlaku sejak Rabu, 2 September 2026 dan mencakup Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex. Penahanan harga memberi kepastian biaya bagi pengendara di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

PT Pertamina (Persero) memutuskan tidak mengubah harga bahan bakar minyak nonsubsidi untuk periode ini. Harga yang berlaku di SPBU seluruh Indonesia per Sabtu, 7 November 2026 tercatat sama dengan penetapan sebelumnya. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan penyesuaian harga nonsubsidi belum dilakukan. Perusahaan menimbang sejumlah variabel sebelum mengambil langkah tersebut.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangannya.

Rincian Harga per Liter

Mengacu laman resmi Pertamina, harga Pertamax untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya dipatok Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.

Dua produk diesel nonsubsidi melengkapi daftar, yakni Dexlite dan Pertamina Dex. Harga keduanya juga tidak berubah dari periode sebelumnya. Penetapan ini telah berlaku sejak Rabu, 2 September 2026, sehingga sudah bertahan sekitar dua bulan.

Siapa yang Merasakan Dampaknya

Penahanan harga menyentuh langsung pengendara mobil pribadi, operator angkutan barang, dan pelaku usaha yang memakai kendaraan diesel. Bagi mereka, biaya operasional harian tidak mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia bergerak.

Pertamina menegaskan penyesuaian harga nonsubsidi tidak dilakukan sembarangan. Perusahaan memantau pergerakan harga minyak dunia dan kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengubah angka di SPBU. Keputusan menahan harga menjadi bantalan bagi konsumen di tengah ketidakpastian pasar energi global.

Konteks Pasar Minyak Dunia

Langkah Pertamina diambil saat harga minyak dunia menunjukkan gejolak. Brent sempat keluar dari level 100 dolar AS per barel, sementara dalam sepekan harga minyak dunia tercatat anjlok 16 persen. Konflik Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor yang membayangi pasar.

Gejolak itu biasanya menjadi dasar peninjauan harga BBM nonsubsidi. Namun Pertamina memilih menahan harga lebih dulu, dengan alasan kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama. Bagi konsumen, keputusan ini berarti harga di SPBU tetap stabil untuk sementara waktu.

Posisi Pertamina sebagai operator SPBU terbesar di Indonesia membuat kebijakan harga nonsubsidi menjadi acuan pasar. Selama harga ditahan, pengendara bisa merencanakan pengeluaran bahan bakar tanpa khawatir lonjakan mendadak saat bepergian.

Reporter: Sutomo