Pencarian

Kinerja Reksadana Saham Anjlok 10,62% per Oktober 2026, IHSG Jadi Biang Kerok

Jumat, 06 November 2026 • 06:22:31 WIB
Kinerja Reksadana Saham Anjlok 10,62% per Oktober 2026, IHSG Jadi Biang Kerok
Reksadana saham mencatat return negatif 10,62% secara bulanan per Oktober 2026 menurut data Infovesta Utama.

AURANUSANTARA.COM — Return reksadana saham merosot paling dalam hingga 10,62% secara bulanan (mom) per Oktober 2026, menurut data Infovesta Utama. Reksadana campuran ikut terkoreksi 5,83% mom pada periode yang sama. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pasar finansial global dan domestik yang menekan kinerja IHSG.

Reksadana campuran tidak luput dari tekanan. Produk yang menempatkan dana di kombinasi saham dan obligasi ini membukukan return negatif 5,83% mom, mencerminkan pelemahan yang merata di instrumen berbasis ekuitas.

IHSG Merosot, Reksadana Saham Paling Terdampak

Penurunan kinerja reksadana saham berbanding lurus dengan pergerakan IHSG yang merosot. Sebab, mayoritas portofolio reksadana saham dialokasikan ke saham-saham yang tercatat di bursa domestik, sehingga pelemahan indeks langsung menggerus nilai aktiva bersih (NAB) produk.

Reksadana campuran memiliki bantalan berupa porsi obligasi, sehingga koreksinya lebih dangkal dibanding reksadana saham. Meski begitu, angka 5,83% mom tetap menunjukkan tekanan yang signifikan bagi pemegang unit penyertaan.

Tekanan Global dan Domestik di Balik Koreksi

Kondisi pasar finansial global dan domestik yang menantang menjadi penyebab utama layunya kinerja reksadana. Ketidakpastian di pasar global biasanya berdampak pada arus modal asing keluar dari pasar emerging, termasuk Indonesia, yang kemudian menekan harga saham dan indeks.

Di sisi domestik, sentimen yang menekan IHSG turut memperparah kinerja produk investasi berbasis saham. Reksadana saham dan campuran adalah dua kategori yang paling sensitif terhadap pergerakan pasar ekuitas.

Apa Artinya bagi Pemegang Unit Penyertaan

Koreksi 10,62% mom berarti nilai investasi pemegang unit penyertaan reksadana saham menyusut signifikan dalam sebulan. Bagi investor jangka pendek, tekanan ini memperbesar risiko kerugian, sementara investor dengan horizon panjang masih memiliki ruang pemulihan jika pasar berbalik arah.

Reksadana campuran menawarkan profil risiko yang lebih moderat karena diversifikasi ke obligasi. Namun, dengan koreksi 5,83% mom, produk ini tetap mencatatkan kinerja negatif yang perlu dicermati pemegang unit.

Posisi Reksadana Saham di Tengah Siklus Pasar

Kinerja reksadana saham sangat bergantung pada arah IHSG. Ketika indeks tertekan, NAB produk ikut turun, dan sebaliknya saat pasar rebound, reksadana saham berpotensi mencatat pemulihan lebih cepat dibanding reksadana campuran.

Data Infovesta Utama per Oktober 2026 menempatkan reksadana saham sebagai kategori dengan koreksi terdalam. Angka ini menjadi cermin bagi pelaku pasar bahwa tekanan pada IHSG tidak berhenti di pasar saham, tetapi menjalar ke produk investasi ritel.

Bagi pelaku industri, koreksi ini menuntut strategi alokasi aset yang lebih hati-hati. Sementara bagi investor, data return bulanan menjadi acuan untuk mengevaluasi ulang komposisi portofolio di tengah pasar yang masih bergejolak.

Sumber: insight.kontan.co.id

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks