AURANUSANTARA.COM — Sumur pengembangan BNG-089 di Struktur Benuang, Prabumulih, Sumatera Selatan, mengalirkan 288 barel minyak per hari (BOPD) pada uji produksi yang berlangsung 30 Oktober 2026. Capaian itu setara 192% dari target awal 150 BOPD, hasil pengeboran yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui PT Pertamina EP Asset 2. Produksi dari sumur ini menambah pasokan minyak nasional dari wilayah kerja Sumatera Selatan.
Paragraf pembuka: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut hasil uji produksi sumur BNG-089 melampaui target inisial. Sumur di Lapangan Adera, sebelah barat laut Kota Prabumulih, itu mulai dibor lewat tajak pada 15 September 2026 dan tuntas diuji pada 30 Oktober 2026.
Aliran minyak berasal dari lapisan TAF Layer N2b. Produksi berlangsung natural dengan bantuan pompa listrik atau Electric Submersible Pump (ESP), bukan lewat pengangkatan buatan penuh.
Melampaui Target Produksi Awal
Angka 288 BOPD yang dicatat dalam uji produksi sementara jauh di atas target 150 BOPD. Djoko menyampaikan capaian itu secara langsung.
"Sumur BNG-089 berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 288 BOPD atau mencapai 192% dari target inisial produksi sebesar 150 BOPD," ujar Djoko.
Pengeboran dilakukan secara vertikal memakai Rig PDSI 42.3/N1500E. Sumur menembus hingga kedalaman akhir 2.549 meter measured depth (mMD) atau 2.548,8 meter true vertical depth (mTVD).
Seluruh tahapan, dari pengeboran sampai uji produksi, rampung dalam 44 hari. Target program semula 43 hari, sehingga realisasinya hanya berselisih satu hari.
Modal Keselamatan Operasi
Sepanjang pengerjaan sumur, tercatat 59.832 jam kerja aman sejak tajak pertama. Catatan itu menjadi indikator penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lapangan.
Bagi Pertamina, kepatuhan pada prosedur keselamatan bukan sekadar formalitas. Operasi hulu migas yang berjalan tanpa insiden menjaga kelangsungan produksi sekaligus melindungi pekerja di sekitar rig.
Tambahan Pasokan dari Sumatera Selatan
Hasil sumur BNG-089 memperkuat kontribusi pengeboran pengembangan di wilayah kerja PHR Zona 4. Sumur ini berada di Struktur Benuang step out block-H, kawasan yang selama ini menjadi salah satu lumbung minyak Pertamina di Sumatera Selatan.
Penambahan 288 BOPD terbilang kecil dibanding total produksi nasional. Namun bagi daerah, aliran minyak dari sumur pengembangan menopang penerimaan daerah dan aktivitas ekonomi sekitar Lapangan Adera.
Penutup: Bagi SKK Migas, capaian 192% dari target menjadi bukti bahwa pengeboran pengembangan masih menyimpan potensi di wilayah yang sudah berproduksi. Ke depan, hasil uji produksi sementara ini akan menjadi dasar penetapan status produksi resmi sumur BNG-089.