Pencarian

Minerba Convex 2026 Digelar 2-3 November, 18 Asosiasi Tambang Berkumpul

Jumat, 30 Oktober 2026 • 06:42:02 WIB
Minerba Convex 2026 Digelar 2-3 November, 18 Asosiasi Tambang Berkumpul
Dirjen Minerba Tri Winarno menyampaikan keterangan pers mengenai penyelenggaraan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

AURANUSANTARA.COM — Sebanyak 18 asosiasi subsektor pertambangan mineral dan batubara bersama Ditjen Minerba Kementerian ESDM menggelar Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 pada 2-3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Forum ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membahas tata kelola tambang berkelanjutan. Ajang tahunan ini juga membuka pendampingan penyusunan RKAB bagi badan usaha.

Minerba Convex 2026 mengusung tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat". Tema itu dipilih untuk menegaskan posisi sektor mineral dan batubara sebagai penopang pembangunan nasional sekaligus kesejahteraan warga di daerah penghasil tambang.

Peran Strategis Minerba bagi Perekonomian

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan komoditas minerba tidak hanya memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku industri. Sektor ini juga menyumbang penerimaan negara, mendorong investasi, serta membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

"Tema Minerba Convex tahun ini adalah 'Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat'. Seperti kita ketahui bersama, mineral dan batubara memiliki peran strategis dalam pembangunan Indonesia. Komoditas minerba mendukung kebutuhan energi, menjadi bahan baku industri, memberikan penerimaan negara, mendorong investasi, serta menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah," ungkap Tri dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Gatrik Kuningan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Selain menjadi ajang pertemuan pemangku kepentingan, Minerba Convex 2026 menyediakan fasilitas pendampingan bagi pelaku usaha. Salah satunya melalui program Coaching Clinic yang digelar Ditjen Minerba.

Pendampingan Penyusunan RKAB bagi Badan Usaha

Melalui Coaching Clinic, badan usaha bisa memperoleh konsultasi dan arahan terkait penyusunan serta pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Fasilitas ini diharapkan membuat proses pengajuan lebih dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Melalui Coaching Clinic, Ditjen Minerba memberikan ruang konsultasi dan pendampingan bagi badan usaha agar dapat memahami proses penyusunan dan pengajuan RKAB dengan lebih baik, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan," kata Tri.

Seperti tahun sebelumnya, ajang ini juga menghadirkan Experience Zone dan Kids' Mining Adventure sebagai sarana edukasi untuk mendekatkan industri pertambangan kepada masyarakat, termasuk generasi muda. Experience Zone mengajak pengunjung memahami tahapan pengelolaan mineral dan batubara secara menyeluruh, mulai dari keberadaan sumber daya di dalam bumi, kegiatan penambangan, pengolahan dan pemurnian, hingga proses hilirisasi dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Adapun Kids Mining Adventure dikemas sebagai wahana pembelajaran interaktif bagi anak-anak untuk mengenal potensi dan pengelolaan sumber daya alam Indonesia sejak dini. Tri menyebut minat generasi muda terhadap industri pertambangan terus tumbuh dari tahun ke tahun.

"Melalui Kids Mining Zone dan Experience Zone ini pada tahun 2025, anak-anak SMA berminat untuk industri pertambangan dan saya ada contoh, dulu ada anak yang bercita-cita jadi dokter, tapi masuknya ke teknik pertambangan," ujar Tri.

Apresiasi Minerba dan Tantangan Sektor

Pada Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Kementerian ESDM juga memberikan Apresiasi Minerba sebagai bentuk penghargaan kepada badan usaha yang menunjukkan kinerja dan kontribusi positif dalam mendukung pengelolaan subsektor mineral dan batubara. Penghargaan ini diharapkan mendorong praktik-praktik baik terus dikembangkan dan memberi manfaat lebih luas.

Ketua Panitia Minerba Convex 2026, Catur Gunadi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Berbagai persoalan pertambangan, menurutnya, membutuhkan pembahasan bersama agar pengelolaan mineral dan batubara memberi manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.

"Minerba Convex 2026 kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, tenaga profesional, dan masyarakat. Kami berharap pertemuan ini tidak hanya memperluas jejaring, tapi juga menghasilkan pertukaran gagasan, membuka peluang kerja sama, dan mendorong solusi atas berbagai tantangan sektor pertambangan," ujar Catur.

Industri pertambangan saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kepastian regulasi, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, hingga penguatan tata kelola. Tri berharap Minerba Convex 2026 menjadi momentum mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun subsektor mineral dan batubara.

"Kami berharap Minerba Convex 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kontribusi pelaku usaha, akademisi, masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun subsektor minerba yang semakin baik," pungkas Tri.

Bagi pelaku usaha, gelaran ini menjadi kesempatan memperoleh pendampingan regulasi sekaligus memperluas jejaring. Sementara bagi masyarakat luas, Minerba Convex 2026 menawarkan ruang edukasi soal rantai nilai tambang, dari hulu hingga hilirisasi.

Sumber: dunia-energi.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks