AURANUSANTARA.COM — PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid off-grid di area tambang nikelnya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, bersama pengembang PT Xurya Daya Indonesia. Langkah ini menjadikan Central Omega perusahaan tambang nikel pertama di Morowali Utara yang mengintegrasikan energi surya ke dalam operasionalnya. Produsen baterai dan kendaraan listrik dunia yang semakin menuntut nikel rendah karbon menjadi pendorong utama keputusan tersebut.
Paragraf pembuka: Central Omega selama ini beroperasi jauh dari jaringan listrik PLN dan bergantung pada pembangkit fosil untuk menopang kegiatan tambang. Kini perusahaan menggabungkan panel surya dengan pembangkit eksisting agar pasokan listrik tetap stabil tanpa mengganggu produksi. Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menilai radiasi matahari di wilayahnya sangat potensial dan sejalan dengan target Presiden untuk mengembangkan 100 GW energi surya nasional.
Pasokan Energi Bersih dan Pengurangan Emisi
PLTS hybrid yang baru dinyalakan itu menghasilkan 404.230 kWh energi bersih per tahun. Produksi listrik ini memangkas emisi CO2 sebesar 343,6 ton per tahun, setara dengan penanaman 3.902 pohon.
Jumlah energi tersebut juga setara untuk mengisi daya 5.630 unit mobil listrik. Bagi Central Omega, sistem hybrid menjadi solusi ganda: memastikan pasokan listrik tetap andal sekaligus menekan konsumsi bahan bakar fosil di lokasi tambang.
Jawaban atas Tuntutan Pasar Nikel Rendah Karbon
Langkah Central Omega bukan sekadar soal efisiensi biaya. Produsen baterai dan kendaraan listrik (EV) dunia kini menuntut nikel dengan jejak karbon rendah, dan PLTS ini memposisikan perusahaan untuk menjawab permintaan tersebut.
Direktur Central Omega, Andi Jaya, menyebut proyek ini sebagai pembuktian bahwa energi terbarukan bisa diterapkan di sektor tambang.
"Ini bukti energi terbarukan bukan wacana, tapi bisa diterapkan nyata di tambang," kata Andi, Kamis (1/10).
Managing Director Xurya, Eka Himawan, menambahkan PLTS dapat dirancang khusus untuk kebutuhan tambang yang menuntut keandalan tinggi, bahkan di lokasi off-grid.
Dampak ke Daerah dan Sektor Pertambangan
Bupati Delis Julkarson Hehi berharap langkah Central Omega menjadi contoh bagi sektor pertambangan lain di Morowali Utara. Menurutnya, pemanfaatan energi surya di daerah itu sejalan dengan target pengembangan energi terbarukan nasional.
"Langkah ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah," ujarnya.
Bagi warga sekitar, keberadaan PLTS hybrid membuka peluang pasokan listrik yang lebih stabil tanpa menambah ketergantungan pada bahan bakar fosil. Central Omega sendiri tercatat sebagai perusahaan tambang nikel pertama di Morowali Utara yang mengintegrasikan PLTS hybrid ke dalam operasionalnya.
Cetak Biru Hilirisasi Nikel Rendah Karbon
Proyek ini berjalan di tengah target Net Zero Emission 2060 dan tekanan dekarbonisasi rantai pasok hilirisasi nikel. Apa yang dilakukan Central Omega bersama Xurya bisa menjadi cetak biru baru: menambang nikel untuk energi bersih, dengan energi bersih pula.
Penutup: Bagi industri nikel nasional, kombinasi PLTS hybrid dan pembangkit eksisting menunjukkan dekarbonisasi tambang bukan hal mustahil, terutama di wilayah off-grid yang selama ini identik dengan ketergantungan diesel. Keberhasilan Central Omega akan diuji dari konsistensi produksi listrik sepanjang tahun.