Pencarian

Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Tangki BBM, Antrean SPBU Mulai Turun

Rabu, 28 Oktober 2026 • 07:41:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Tangki BBM, Antrean SPBU Mulai Turun
Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki BBM untuk mengurai antrean di sejumlah wilayah.

AURANUSANTARA.COM — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki bahan bakar minyak di sejumlah wilayah untuk mengurai antrean di SPBU yang sempat memanjang. Penambahan armada lewat skema spot charter itu menyusul lonjakan permintaan dan kendala distribusi di Bali, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Lampung, dan Gorontalo. Antrean di tiga wilayah dilaporkan kembali terkendali pada Selasa (27/10/2026), sementara dua wilayah lain masih menurun.

Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga mempercepat penyaluran bahan bakar minyak dengan menambah armada mobil tangki, memperpanjang jam operasional terminal, dan mengatur ulang jadwal pengiriman ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah itu diambil setelah antrean pembelian BBM memanjang di sejumlah daerah akibat permintaan yang naik dan medan distribusi yang tidak seragam.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pemantauan stok dan penyaluran dilakukan berkala, dengan prioritas pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Kitty, Rabu (28/10/2026).

Antrean di Bali, Jatim, dan Sulut Kembali Terkendali

Berdasarkan pemantauan operasional, kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali pada Selasa (27/10/2026). Antrean di Lampung dan Gorontalo masih menunjukkan tren penurunan, tetapi belum dinyatakan normal sepenuhnya.

Jawa Timur menyerap tambahan armada paling besar. Sebanyak 41 mobil tangki masuk melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Sejumlah terminal dioperasikan 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang buka nonstop ikut dioptimalkan.

Di Sulawesi Utara, Pertamina Patra Niaga menambah 11 mobil tangki berkapasitas 200 KL dan memperpanjang operasional Integrated Terminal Bitung menjadi 24 jam. Adapun di Lampung, penambahan 20 mobil tangki berkapasitas 320 KL dibarengi pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 KL.

Beda Wilayah, Beda Masalah Distribusi

Kitty menjelaskan setiap daerah punya persoalan sendiri, mulai dari lonjakan permintaan, jarak tempuh dan medan sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain lewat pengalihan pasokan dari terminal penyangga dan percepatan pengiriman.

"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait," lanjut Kitty.

Secara nasional, perusahaan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga bila perlu, dan mengatur jadwal mobil tangki mengikuti kebutuhan wilayah. Pemantauan berlanjut sampai BBM diterima dan dibongkar di SPBU.

Pengawasan Antrean dan Imbauan ke Pembeli

Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dilakukan agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pembelian berlebih dinilai memperparah antrean dan mengganggu pasokan bagi pengguna lain di wilayah yang sama.

Penambahan 72 mobil tangki di tiga provinsi itu menunjukkan persoalan BBM pekan ini lebih banyak bersifat logistik ketimbang kelangkaan stok. Bagi pelanggan, yang paling terasa adalah panjang antrean di SPBU. Bagi Pertamina Patra Niaga, ujiannya ada pada kecepatan memindahkan pasokan dari terminal yang longgar ke daerah yang permintaannya melonjak.

Sumber: liputan6.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks