AURANUSANTARA.COM — PGE tidak hanya mengandalkan aset yang sudah beroperasi. Perusahaan pelat merah ini kini menyiapkan tambahan kapasitas dari PLTP Ulubelu di Lampung dan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara, plus menjajaki potensi besar di Cubadak Panti, Sumatra Barat.
Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan dua letter of intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) di sela-sela The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, 19-21 Agustus di Jakarta. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menyaksikan langsung acara tersebut.
Tambahan 45 MW dari Panas Sisa Pembangkit
Proyek pertama adalah PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) berkapasitas 30 megawatt (MW). Proyek kedua, PLTP Lahendong BU di Sulawesi Utara, menyumbang 15 MW. Total tambahan kapasitas mencapai 45 MW.
Keduanya akan dibangun melalui perusahaan patungan antara PGE dan PLN IP. Teknologi yang dipakai adalah binary atau bottoming cycle, yang memanfaatkan panas sisa dari pembangkit eksisting untuk menghasilkan listrik tambahan. Artinya, tidak perlu membangun sumur baru dari nol.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pengembangan ini adalah strategi optimalisasi aset yang sudah berjalan. "PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara," ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (23/8).
Kesepakatan tarif listrik dengan PLN selaku offtaker sudah lebih dulu dicapai. Untuk Ulubelu BU, tarif disepakati pada Desember 2025, menyusul Lahendong BU pada April 2026. Setelah LoI, tahapan berikutnya adalah pembentukan joint venture, penyusunan power purchase agreement (PPA), hingga proses engineering, procurement, construction and commissioning (EPCC). Kedua pembangkit ditargetkan commercial operation date (COD) pada 2028.
Mandat Eksplorasi Cubadak Panti: Potensi 77 MW
PGE juga menerima mandat eksplorasi wilayah baru di Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. Penugasan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi.
Wilayah yang akan disurvei membentang sekitar 29.897 hektare dengan estimasi potensi cadangan 77 megawatts electric (MWe). Jika terbukti, kapasitas ini cukup untuk menyuplai listrik sekitar 40 ribu rumah tangga. PGE sebelumnya menempati peringkat pertama seleksi kompetitif Kementerian ESDM dengan nilai 87,01.
Bahlil menyerahkan langsung SK tersebut kepada Ahmad Yani, disaksikan Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Ahmad Yani menyebut mandat ini sebagai wujud kepercayaan pemerintah sekaligus langkah nyata mendukung target Net Zero Emission 2060.
Pengembangan Cubadak Panti juga sejalan dengan komitmen Sumatra Barat sebagai green province. PGE berjanji melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sejak tahap survei agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan tiga proyek ini, PGE memperkuat posisinya sebagai pemain panas bumi terbesar di Indonesia. Portofolio yang ada kini tidak hanya bertumpu pada pembangkit beroperasi, tetapi juga proyek ekspansi dan eksplorasi yang siap dieksekusi bertahap hingga 2028.