Kudus, CNN Indonesia — Mental underdog justru menjadi bahan bakar motivasi Timnas Malaysia putri U-16 jelang laga hidup-mati melawan Thailand. Bertanding di babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026, skuad asuhan Fairuz Montana Bin Zainal Abidin ini mengusung ambisi besar: melaju ke final dan berhadapan langsung dengan Garuda Pertiwi.
Keyakinan itu disuarakan langsung oleh gelandang Nur Qistina binti Mohd Fais. Ia menegaskan persiapan timnya berjalan mulus dan impian terbesarnya adalah membawa pulang piala dari turnamen ini.
Ambil Piala, Bukan Sekadar Main di Final
"Kami akan berjumpa Thailand di semi-final. Dan persiapan kami untuk semi-final ini berjalan dengan lancar. Dan impian saya datang ke sini adalah untuk angkat piala juga, seperti yang pelatih katakan," ujar Nur Qistina dalam konferensi pers, Kamis (20/8).
Nur Qistina tak ragu menyebut target berikutnya setelah melewati Thailand. Ia justru menginginkan duel kontra Garuda Pertiwi di laga puncak sebagai pembuktian.
"Impian kami untuk mengalahkan, kalau bisa, mengalahkan tim Garuda Pertiwi, tapi kami akan kalahkan dulu Thailand," tuturnya.
Pelatih Fairuz Montana: Thailand Bukan Tim Lemah
Senada dengan anak asuhnya, pelatih Fairuz Montana Bin Zainal Abidin juga memendam keinginan yang sama. Ia berharap bisa bertemu Garuda Pertiwi pada pertandingan final Srikandi Merdeka Cup 2026.
"InsyaAllah untuk melawan Thailand, pemain-pemain Malaysia akan memberikan perlawanan yang sengit. Untuk impian saya, saya sangat ingin bisa ke final supaya bertemu Garuda Pertiwi di final," ucap Montana.
Meski sesumbar, Montana tetap menaruh respek tinggi pada lawannya. Ia menyadari Thailand bukan lawan sembarangan dan menjadi salah satu kekuatan terbaik di turnamen ini.
"Untuk bertemu dengan tim Thailand, Thailand bukan tim yang lemah, mereka tim yang kita sudah tahu tim yang bagus, yang hebat," ujar Montana.
Jalan ke Semifinal: Runner Up Grup A vs Juara Grup B
Malaysia melangkah ke semifinal dengan status sebagai runner up Grup A. Sementara itu, Thailand datang sebagai juara Grup B, yang secara statistik menempatkan mereka sebagai unggulan di babak empat besar.
Laga semifinal ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Malaysia untuk membuktikan bahwa peringkat grup tak selalu menentukan hasil akhir. Garuda Pertiwi pun tinggal menunggu lawan yang akan bertahan di partai puncak.