Pencarian

Pertamina Imbau Warga Tak Sebar QR BBM Subsidi di My Pertamina, Ini Alasannya

Jumat, 02 Oktober 2026 • 06:02:31 WIB
Pertamina Imbau Warga Tak Sebar QR BBM Subsidi di My Pertamina, Ini Alasannya
Pertamina mengimbau pengguna My Pertamina tidak menyebarkan kode QR BBM subsidi kepada siapa pun.

AURANUSANTARA.COM — PT Pertamina (Persero) mengimbau pemilik kode QR BBM subsidi di aplikasi My Pertamina untuk tidak menyebarkan data tersebut kepada siapa pun saat mengisi bahan bakar. Imbauan ini menyusul keluhan warga Kendari yang menduga barcode-nya dipakai orang lain di SPBU. Pengguna diminta segera mereset kode QR setelah mengisi Pertalite agar data yang tersebar tidak bisa dipakai lagi.

Imbauan disampaikan Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, saat dihubungi di Kendari. Menurut Okky, kasus dugaan penyalahgunaan data barcode sudah dilaporkan warga di Kota Kendari. Seorang pengguna menduga kode QR miliknya dipakai orang lain untuk mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat, kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal hal yg tidak diinginkan," ujar Okky.

Mengapa Data QR BBM Subsidi Rawan Disalahgunakan

Menurut Okky, data aplikasi barcode BBM Subsidi Tepat bisa dijaga dengan bijak agar penyalaguannya dapat dicegah. Salah satu pihak yang paling diwaspadai adalah oknum pelangsir yang mengisi BBM untuk keuntungan pribadi. Operator SPBU tetap memberikan pelayanan jika gambar barcode yang ditunjukkan sesuai dengan data Pertamina.

Kondisi itu membuat pemilik kode QR harus berhati-hati. Gambar barcode yang tersebar di aplikasi pesan instan atau media sosial berpotensi dipakai ulang oleh orang lain. Dampaknya, kuota BBM subsidi milik pemilik asli bisa berkurang tanpa sepengetahuan mereka.

Kasus Warga Kendari yang Barcode-nya Dipakai Orang Lain

Sebelumnya, warga bernama Atika Harli memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada Rabu (30/9). Ia memprotes karena data QR Code miliknya digunakan orang lain untuk mengisi BBM subsidi. Data aplikasi miliknya itu bahkan dipakai sekitar satu jam sebelum ia sendiri mengisi BBM di SPBU tersebut.

Kejadian itu menjadi salah satu contoh nyata bagaimana data barcode bisa bocor dan dimanfaatkan pihak lain. Pertamina pun menjadikan kasus ini sebagai dasar imbauan kepada seluruh pengguna My Pertamina di berbagai daerah.

Cara Mencegah Penyalahgunaan QR BBM Subsidi

Pertamina meminta masyarakat yang menggunakan aplikasi My Pertamina untuk mereset dan memperbarui kode QR Subsidi Tepat. Reset bisa dilakukan setiap kali setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU. Dengan begitu, data yang terlanjur tersebar tidak bisa digunakan lagi oleh orang lain.

"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucap Okky.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan pengguna:

  • Jangan pernah mengirimkan gambar atau tangkapan layar kode QR kepada orang lain, termasuk keluarga atau teman.
  • Reset kode QR di aplikasi My Pertamina setelah selesai mengisi BBM di SPBU.
  • Perbarui data kode QR secara berkala agar kode lama tidak bisa dipakai ulang.
  • Simpan aplikasi My Pertamina hanya di perangkat pribadi dan jaga kerahasiaan akun.
  • Laporkan ke operator SPBU atau kanal resmi Pertamina jika mencurigai data barcode dipakai orang lain.

Kanal Pengaduan dan Peringatan Penipuan

Pengguna yang menemukan indikasi penyalahgunaan kode QR BBM Subsidi Tepat dapat melaporkannya melalui kanal resmi Pertamina, termasuk aplikasi My Pertamina dan layanan pelanggan Pertamina Call Center 135. Masyarakat diimbau tidak menggunakan jasa calo atau pihak tidak resmi yang menjanjikan kemudahan pengisian BBM subsidi. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme Subsidi Tepat dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina.

Sumber: antaranews.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks