Jelang partai puncak yang mempertemukan dua raja sepak bola Asia Tenggara, Hudson justru melontarkan analisis menarik. Ia menilai status Vietnam sebagai juara bertahan, yang diraih setelah mengalahkan Thailand di final edisi sebelumnya, bukanlah keuntungan psikologis. Justru sebaliknya, ekspektasi tinggi publik Vietnam menjadi beban tersendiri bagi skuad asuhan Kim Sang-sik.
"Menurut saya, ekspektasi dan tekanan untuk menang menjadi beban berat bagi Vietnam," ujar Hudson seperti dilansir VNexpress, Jumat (21/8).
Pernyataan ini keluar dari mulut pelatih berpaspor Inggris tersebut tanpa tendensi psikologis. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya membaca situasi yang ada di lapangan.
Kepercayaan Diri Vietnam Justru Diantisipasi
Meski menyebut lawannya terbebani, Hudson tidak meremehkan kualitas tim berjuluk The Golden Star Warriors itu. Ia justru mengakui bahwa anak asuhnya akan menghadapi lawan yang sangat percaya diri.
"Namun, saya juga bisa katakan secara terus terang, tanpa bermaksud menggunakan taktik psikologis atau sengaja menekan mereka, bahwa Vietnam benar-benar yakin akan memenangkan pertandingan besok. Kami sangat antusias menghadapi tantangan ini," sambung Hudson.
Ketajutan lain datang dari kekuatan baru Vietnam di turnamen ini. Selain mengandalkan Nguyen Xuan Son yang sudah malang melintang, skuad asuhan Kim Sang-sik kini diperkuat dua pemain naturalisasi asal Brasil lainnya, yakni Do Hoang Hen dan Nguyen Tai Loc.
Pujian Hudson untuk Proyek Naturalisasi Vietnam
Alih-alih mengkritik, Hudson justru memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kebijakan naturalisasi yang dijalankan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF). Ia menilai langkah tersebut sebagai sebuah proyek pembangunan tim yang serius dan patut dicontoh.
"Saya mendukung pendekatan Vietnam dalam menaturalisasi pemain. Mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam membangun tim yang kuat," kata Hudson.
"Saya menghormati mereka dan cukup menikmati permainan sepak bola berkualitas yang mereka tampilkan. Tim yang terorganisasi dengan baik, memiliki pemain-pemain individu yang hebat, serta merancang jalur pengembangan bagi pemain lokal muda," imbuhnya.
Duel Dua Leg yang Menentukan
Final Piala AFF edisi kali ini mengulang partai puncak dua musim terakhir. Thailand dan Vietnam kembali bersua dalam format dua leg. Laga pertama akan digelar di markas Thailand, Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (22/8). Adapun leg kedua berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, pada Rabu (26/8).
Pertemuan ini menjadi kali ketiga secara beruntun kedua tim berjumpa di partai puncak. Hal tersebut menegaskan dominasi keduanya di pentas Asia Tenggara, sekaligus menjanjikan dua laga final dengan tensi tinggi yang tidak boleh dilewatkan.